Kepala OJK NTT, Robert Sianipar: Masyarakat NTT Semakin Kenal Fintech

Menurut Kepala OJK NTT, Robert Sianipar: Masyarakat NTT semakin kenal fintech

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar: Masyarakat NTT Semakin Kenal Fintech
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala OJK NTT, Robert Sianipar 

Menurut Kepala OJK NTT, Robert Sianipar: Masyarakat NTT semakin kenal fintech

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seiring dengan kondisi perekonomian provinsi NTT yang kondusif dan tumbuh 3,87% year on year pada triwulan III 2019, yang meskipun masih dibawah angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,1% year on year. Namun kinerja lembaga Jasa Keuangan di provinsi NTT tetap stabil yang tercermin dari kinerja keuangan dan rasio rasio tingkat kesehatannya.

Demikian disampaikam Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar pada acara Peresmian Gedung Kantor OJK NTT, Jumat (15/11/2019).

Sidang Kasus Korupsi NTT Fair, Yuli Afra Tidak Dapat Arahan Gubernur Frans Lebu Raya

Iya menyampaikan hingga posisi November 2019 terdapat 85 Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang beroperasi di provinsi NTT terdiri dari 22 bank umum dan satu BPD NTT, 12 BPR, 50 INKB yang terdiri dari 19 perusahaan pembiayaan, dua perusahaan modal ventura, satu perusahaan Pergadaian, dua perusahaan penjaminan, satu dana pensiun dan 25 perusahaan asuransi.

Pasar modal empat galeri investasi PT Bursa Efek Indonesia pada empat universitas di NTT, 15 agen penjual reksa dana yang dimiliki 6 bank umum di provinsi NTT.

Jawab Aspirasi Pengecer Bensin, Pekan Depan Komisi III DPRD TTS Konsultasi ke Pertamina

Robert mengatakan data posisi September 2019 jumlah rekening borrower 22.729 rekening. Jumlah rekening lender dari 1.580 rekening dengan akumulasi penyaluran pinjaman Rp 73,7 miliar.

Ia menggambarkan secara umum kondisi sektor perbankan di provinsi NTT hingga triwulan III 2019 dapat dikatakan stabil, tercermin dari rasio permodalannya.

Rasio permodalan baik BPR dan Bank Pembangunan Daerah di provinsi NTT seluruhnya berada di atas 12%, mengindikasikan industri perbankan di NTT dapat menyerap risiko kerugian yang mungkin timbul dari aktivitas operasional industri perbankan.

Di sisi lain rasio NPL perbankan NTT di angka 2,39% masih berada dibawah angka 5% mengindikasikan risiko kerugian dari aktivitas perkreditan perbankan di NTT masih terkendali.
Pada sektor INKB, lanjutnya, hingga triwulan III 2019, piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp 1,6 triliun, tumbuh 16,06% year on year.

Perusahaan pembiayaan di provinsi NTT merupakan salah satu lembaga keuangan yang diminati seiring dengan kebutuhan konsumtif masyarakat milenial.

Misalnya untuk pemilikan kendaraan bermotor, gadget dan peralatan rumah tangga lainnya.
Ia melanjutkan pada sektor pasar modal investor saham di provinsi NTT hingga triwulan III 2019 mencapai 4.829 investor, investor reksadana mencapai 3.728 investor dan investor SBN mencapai 506 investor.

Nilai transaksi saham mencapai Rp 61 miliar rupiah tumbuh 26,7% year to date dan nilai kepemilikan saham mencapai Rp 158 miliar tumbuh 33,58% ytd. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved