DPRD Malaka Belajar Banyak Tentang Pertanian Integrasi di Sukoharjo-Jateng

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka khususnya komisi II melakukan kaji banding tentang sistem pertanian modern di Kabupaten

DPRD Malaka Belajar Banyak Tentang Pertanian Integrasi di Sukoharjo-Jateng
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
DPRD MALAKA--Anggota komisi II DPRD Malaka melakukan kaji banding pertanian terintegrasi di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka khususnya komisi II melakukan kaji banding tentang sistem pertanian modern di Kabupaten Sukaharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Mereka belajar banyak tentang sistem pertanian modern di lokasi kaji banding dan hasil kaji banding itu akan didiskusikan dengan pemerintah agar bisa dikembangkan di Kabupaten Malaka.

DPRD Malaka akan mendorong pemerintah agar mengalokasikan anggaran untuk mengembangkan pertanian terintegrasi untuk percepatan kemakmuran rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malaka, Marius Boko kepada wartawan, Jumat (8/11/2019). Menurut Marius, petani Sukaharjo mampu mengembangkan sistem pertanian terintegrasi atau suatu system yang memadukan antara kegiatan pertanian dan perikanan bahkan peternakan.

Mereka mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan potensi demi meningkatkan produktivitas sehingga pendapatan yang diperoleh juga meningkat.

Pemkab Malaka sudah melaksanakan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sebagai program unggulan. Program RPM ini perlu ada inovasi lagi dengan pola pertanian terintegrasi. Pola ini bisa diterapkan di Malaka karena Malaka memiliki potensi yang mirip dengan daerah Sukaharjo seperti, struktur tanah dan ada sumber air.

"Sesuai pantauan dan penjelasan selama melakukan kaji banding di Sukoharjo ternyata Kabupaten Malaka memiliki banyak kemiripan dengan Kabupaten Sukoharjo, baik dalam struktur tanah maupun pertanian yang dikembangkan", kata Marius.

Lanjut Marius, yang perlu diperhatikan pemerintah Kabupaten Malaka adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar mampu dan trampil menerapkan pertanian terintegrasi.

"Kalau kita lihat, potensi tanah dan sumber air sama dengan Malaka hanya saja petani di Sukoharjo sudah banyak mengadop pertanian modern dengan menerapkan pola pertanian terintegrasi. Ini tugas kita untuk mendorong masyarakat", ungkap Marius.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malaka, Marcelina Febriyanti Fanu mengatakan, pertanian terintegrasi bisa dikembangkan di Wewiku, Weliman dan Malaka Barat. Di daerah ini potensi sumber air cukup.

“Kita punya saluran irigasi Benenai, sumber mata air Weliman dan sumber mata air Nonoau di Kecamatan Wewiku bisa diseting untuk pertanian terintegrasi. Bagi daerah yang kesulitan air bisa gunakan sumur bor untuk mengairi lahan pertanian masyarakat seperti di Sukoharjo ini", kata Feby demikian sapaannya.

´┐╝Anggota Komisi II lainnya, Raymundus Seran mengatakan, pertanian terintegrasi merupakan pola pertanian yang sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Malaka mengingat sumber daya alam seperti tanah dan air sangat mendukung.

Menurut Mundus, langkah awalnya petani dan penyuluh perlu diberi pelatihan dan magang agar bisa memahami tentang implementasi pertanian terintegrasi. Jika mereka sudah siap, pemerintah bisa mengintervensi melalui berbagai program lewat dinas teknis untuk diimplementasikan di lapangan. (jen).

DPRD MALAKA--Anggota komisi II DPRD Malaka melakukan kaji banding pertanian terintegrasi di Kabupaten 
Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
DPRD MALAKA--Anggota komisi II DPRD Malaka melakukan kaji banding pertanian terintegrasi di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved