Inovasi Kebijakan Brilian Ir. Joko Widodo
PRESIDEN Republik Indonesia Ir. Jokowidodo dan Wakil Prof. Dr. KH. Ma, ruf Amin melakukan inovasi kebijakan yang brilian , yakni perampingan organisas
PRESIDEN Republik Indonesia Ir. Jokowidodo dan Wakil Prof. Dr. KH. Ma, ruf Amin melakukan inovasi kebijakan yang brilian , yakni perampingan organisasi birokrasi dengan melakukan perampingan struktur organisasi birokrasi pemerintah diantaranya: penghapusan esalon III dan IV dari kementerian pusat dan organisasi perankat daerah di provinsi, kota dan kabupaten di Seluruh Indonesia.
Maksud dari Inovasi kebijakan brilian yang dibuat oleh Ir. Jokowido dan Prof. Dr. KH. Ma, ruf Amin merupakan breaktrugh atau terobosan luar biasa dari beberapa Presiden Republik Indonesia sebelumnya.
Ini merupakan suatu langka berani yang di tampilkan oleh kepemimpinan Ir. Jokowido dan Prof.Dr. KH. Ma, ruf Amin.
Langkah berani yang ditampilkan ini, mempunyai tujuan Mulia yaitu untuk memberikan pelayanan publik yang ramah, cepat, efektif, efesien, berkualitas dan produktifitas tinggi.
Inovasi kebijakan brilian ini dapat dilakukan karena tuntutan era milenial yang berada pada zaman Industri yang kita sebut For Poin Zero (4.0) dan sedang Memasuki era digitalisasi.
Dan kita berkesimpulan dari gaya -gaya kepemimpinan yang ditampilkan oleh pemimpin- pemimpin presiden sebelumnya seperti, gaya klasik , otoriter, demokrasi, humanis, tranaksional, transformasional dan gaya kepemimpinan global.
Kita dapat mengatakan Gaya kepemimpinan yang ditampilkan oleh Ir. Jokowido dan Prof. Dr. KH. Ma, ruf Amin adalah Gaya kepemimpinan global karena mereka berdua mampu menformulasikan dari gaya - gaya kepemimpinan yang ada juga sangat pandai menampilkan gaya kepemimpinan ini sesuai dengan situasi dan kebutuhan saat ini yakni di era Milenial dengan sebutan Era For Poin Zero.
Tentu inovasi kebijakan radikal ini telah melalui suatu fase fase kebijakan seperti, telah diagendakan, memiliki tim melakukan identifikasi masah - masalah baik di pusat maupun daerah provinsi ,kota dan kabupaten Seluruh Indonesia, ada tim Formulasi yg dibentuk yang mewakili dari sejumlah disiplin ilmu dan keahlian, ada desain strategi, implementasi, pengawasan dan ada standarisasi dan di evaluasi secara berkala.
Untuk itu mengajak kepada semua elemen warga bangsa Indonesia yang kita cintai dari sabang sampai ke Mauroke dari pulau Nias sampai ke pulau Rote, Mari kita sehati sesuara mendukung Inovasi Kebijakan Brilian oleh Ir. Jokowidodo dan Prof.Dr. KH. Ma, ruf Amin Visi Indonèsia Maju. ***
* Surya Paloh, Ketum Nasdem Balas Sindiran Jokowi Soal Rangkul Mesra Presiden PKS Sohibul Imam, Dicurigai!
Surya Paloh, Ketum NasDem Balas Sindiran Jokowi Soal Rangkul Mesra Presiden PKS Sohibul Imam, Dicurigai!
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menuturkan, sudah terlalu banyak intrik dan kecurigaan yang mengundang sinisme, termasuk di kalangan elite politik.
Bahkan, kata dia, rangkulan sesama teman pun dicurigai.
Itu dikatakan Surya saat berpidato dalam Kongres NasDem II yang digelar Jumat (8/11/2019) malam.
"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain. Hingga kita berkunjung ke kawan, mengundang kecurigaan," kata Surya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat.
Ia juga menyebut bahwa ada yang mencurigai saat sesama politisi saring merangkul.
Kecurigaan itu, kata Surya, merupakan diskursus politik yang paling picisan karena dimaknai dengan berbagai tafsir dan kecurigaan.
"Hubungan, rangkulan tali silaturahmi itu dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Surya.
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan menjajaki kesamaan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Surya lalu menyebut, sistem demokrasi yang dianut di Indonesia begitu liberal, tetapi penerapannya sangat ortodoks konservatif.
"Kita bilang kita mau maju, tapi kita melangkah ke belakang," katanya.
Surya seakan merespons Presiden Joko Widodo yang berkelakar soal pelukan hangat antara Surya dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowisaat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Awalnya, Jokowi menyapa satu per satu para tokoh yang hadir.
Surya Paloh yang hadir sebagai tamu undangan, Jokowi pun menyinggung soal pertemuan Surya dengan Sohibul beberapa waktu lalu.
"Yang saya hormati para ketua umum, Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini beliau lebih cerah dari biasanya, sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," kata Jokowi.
Surya Paloh: Jangan-jangan Nanti Nasdem yang Paling Setia Dampingi Jokowi
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan ada partai yang menyatakan paling setia mendampingi Presiden Joko Widodo di pemerintahan.
Namun, menurut Surya, ucapan tersebut semestinya dibuktikan lewat perbuatan, bukan sekadar pernyataan.
"Karena apa? Karena nanti (jika) ada ujian berat yang dijalani Bapak Presiden, jangan-jangan hanya tinggal Nasdem yang bersama Bapak Presiden," kata Surya saat membuka Kongres kedua Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019).
Ia pun mengatakan Nasdem harus membuktikan komitmennya untuk mengawal pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin hingga sukses mencapai tujuannya.
Namun, Surya mengatakan, keberadaan Nasdem di koalisi pemerintahan bukan berarti menutup sikap kritis.
Menurut Surya, Nasdem tak hanya melayani kepentingan partai koalisi.
"Kalau kita mau, memperoleh kursi yang lebih tinggi lagi maka diperlukan konsistensi ucapan dan perbuatan. Diperlukan komitmen kesetiaan yang mengikat, bukan hanya janji sembarang janji," kata Surya.
"Kami bangga berada di Nasdem. Kami bangga memiliki Nasdem. Tapi kita harus lebih berbangga lagi menjadi rakyat dan warga negara Indonesia. Itu lah manifesto kita. Jadi bukan dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan koalisi," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Surya Paloh: Rangkulan Silaturahim Dimaknai Kecurigaan...",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/frans-sales-v.jpg)