Di Ende Belum Ada Warga yang Turun Kelas BPJS

Hingga Kamis (7/11/2019) belum ada warga di Kabupaten Ende yang melakukan perpindahan kelas BPJS Kesehatan meskipun ada kemungkinan ter

Di Ende Belum Ada Warga yang Turun Kelas BPJS
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
andreas worho 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Hingga Kamis (7/11/2019) belum ada warga di Kabupaten Ende yang melakukan perpindahan kelas BPJS Kesehatan meskipun ada kemungkinan terjadinya kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kategori mandiri.

Laka di Jembatan Wae Laku, Borong, Seorang Wanita Tewas

Hal ini terungkap dari konfirmasi Pos Kupang dengan beberapa warga Ende yang ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ende, Jalan Melati, Kota Ende.

Andreas Worho,warga Kota Ende yang ditemui Pos Kupang di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ende mengatakan meskipun bakal terjadi kenaikan iuran BPJS Kesehatan namun dirinya belum berencana memindahkan kelas BPJS dengan kategori mandiri.

Andreas mengatakan bahwa dirinya adalah seorang PNS sehingga untuk dirinya telah dipotong untuk pelayanan kesehatan namun demikian dirinya harus menanggung tiga orang kerabatnya dengan kategori BPJS Mandiri.
Andreas mengatakan bahwa meskipun bakal terjadi kenaikan iuran dirinya belum berencana untuk pindah kelas.

“Iya tahun ini memang belum berlaku namun untuk tahun depan bakal terjadi kenaikan iuran dan apabila memang terjadi kenaikan iuran iya kita akan tetap ikuti sesuai dengan aturan yang berlaku,”kata Andreas.
Menurut Andreas dirinya tidak keberatan dengan kenaikan iuran karena mengingat manfaat yang didapatkan dari keberadaan BPJS Kesehatan.

Warga lainnya,Nur Baiti yang mengaku tinggal di Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende mengaku memang sudah mendengar bakal ada kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
Namun Nur Baiti mengaku belum berencana untuk pindah kelas karena saat ini dirinya masih sibuk dengan pekerjaan.

“Tidak tahu kalau tahun depan kita lihat saja nanti karena saat ini masih sibuk dengan pekerjaan,”kata Nur Baiti.
Nur Baiti mengatakan bahwa kalau memang terjadi kenaikan iuran secara pribadi dirinya merasa berat karena beban yang ditanggung cukup berat.

Nur Baiti mengaku kedatangan dirinya ke BPJS Kesehatan Cabang Ende untuk mengurus keberadaan BPJS milik kerabatnya.

Nur Baiti mengaku bahwa dirinya adalah pemegang kartu BPJS Kesehatan Mandiri yang harus membayar iuran Rp 80 ribu setiap bulan.
Warga lainnya, Rosadelima Ora mengatakan bahwa dengan melihat kondisi yang ada maka dirinya bakal berpindah kelas namun pada tahun depan sedangkan tahun ini hal itu belum dilakukan.

Rosadelima Ora mengaku bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan memang memberatkan masyarakat namun demikian bagaimanapun sebagai warga negara pihaknya memang harus mengikuti aturan yang berlaku.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved