Yayasan KEHATI dan Yayasan Ayo Indonesia Latih Calon Entrepreuner Muda Manggarai
Pengurus Yayasan KEHATI dan Yayasan Ayo Indonesia latih calon entrepreuner muda Manggarai
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
Pengurus Yayasan KEHATI dan Yayasan Ayo Indonesia latih calon entrepreuner muda Manggarai
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Pelatihan kewirausahaan dan barista bertempat di Kafe Kopi Mane dibuka secara resmi oleh Tarsisius Hurmali, Direktur Yayasan Ayo Indonesia, Sabtu (2/11/2019) pagi.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Hurmali menegaskan, orang muda Manggarai harus menangkap peluang ekonomi di Flores khususnya di Manggarai Raya sebaiknya jangan membiarkan orang luar untuk berperan dominan untuk mengisi peluang emas di sektor Jasa terlebih dalam dunia usaha Café.
• Pilkada Belu, Calon Independen Belum Nampak, KPU Keluarkan Syarat Dukungan
"Saya berharap dengan pelatihan ini orang muda terampil menyeduh kopi, menguasai seni dalam menyeduh kopi dan bisa memanfaatkan peluang emas di sektor jasa dengan membangun usaha café dan tidak perlu merantau, kita harus menjadi tuan di daerah kita sendiri ," ungkap Hurmali.
Pada kesempatan acara pembukaan, Adam Nusi, Ketua Panitia Pelatihan menegaskan, selama 5 hari dari tanggal 2-7 Nopember 2019 Yayasan KEHATI dan Yasayasan Ayo Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan dan Barista kopi kepada 20 orang muda Manggarai.
• Cara Pastor Paroki Thomas Morus Maumere dan Seksi PSE Motivasi Penyandang Disabilitas
Kegiatan ini dilaksanakan dua tempat yaitu di Kafe Kopi Mane dan di Pusat Pelatihan Efata, St. Aloysius Ruteng, Flores-NTT.
Antusias orang muda untuk mengikuti pelatihan ini cukup tinggi namun yang lolos seleksi untuk menjadi partisipan hanya 20 orang. Mereka berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sarjana.
"Proses seleksi dilakukan melalui wawancara dari 24 orang yang dipanggil untuk wawancara hanya 20 orang yang memenuhi kriteria. Konten pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada peserta saat wawancara adalah untuk mengukur sejauhmana minat atau motivasi para peserta mengikuti pelatihan ini dan untuk mengetahui komitmen mereka paska pelatihan, yaitu berani membuka usaha kedai kopi secara mandiri dan menjadi wirausahaan muda yang memiliki semangat tinggi (motivated) dalam menjalankan usaha café ," ungkap Adam Nusi, Ketua Panitia Pelatihan.
Lebih lanjut, Adam menambahkan, pelatihan ini diselenggarakan sebagai suatu upaya dari Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan KEHATI ikut serta mengatasi persoalan dimana banyak orang muda Manggarai yang mulai menjauh dari dunia pertanian baik dari proses produksi khususnya pada tanaman Kopi maupun berbisnis produk kopi.
Angka pengangguran orang muda cukup tinggi sekarang karena lapangan kerja semakin terbatas dan mereka umumnya tidak memiliki keterampilan khusus untuk mengisi peluang usaha di sektor Jasa di Manggarai Raya.
Pada kesempatan yang sama, Puji Sumedi Hanggarawati, Manager Ekosistem Agro di Yayasan KEHATI menyatakan, pelatihan ini dilaksanakan untuk membangunan semangat kewirausahaan anak muda Manggarai dan juga mendorong mereka bekerja di bidang pertanian khususnya Kopi dan menguasai proses rantai nilai (value chain) kopi dari hulu ke hilir.
Selain itu, pelatihan ini juga mau merubah cara pandang orang muda yang beranggapan bahwa petani kopi tidak keren pada hal mereka dibesarkan dan disekolahkan dari uang hasil bertani kopi.
"Untuk diketahui Indonesia adalah negara pengekspor kopi dan kopi kita banyak diminati konsumen di Luar Negeri. Potensi untuk dikembangkan menjadi Barista sebagai pendekatan yang sekarang lagi trend, di mana anak muda diperkenalkan proses hilir untuk pengolahan penyajian," jelas Puji.
Selain mempromosikan cara berpikir baru bagi orang muda manggarai terkait entreprenurship melalui pelatihan ini, Yayasan KEHATI mengajak orang muda Manggarai membangun potensi lokal khususnya tanaman kopi dan melestarikan sumberdaya alam agar tidak mengalami kepunahan.
Hasil konkrit yang akan dihasilkan dari Pelatihan Kewirausahaan dan barista ini selama 5 hari ini adalah 1).paling kurang 5 orang output dari pelatihan, membuka usaha minuman kopi yang berkualitas dari segi cara penyajian kopinya.
2. 20 orang memiliki jiwa kewirausahaan untuk mengelola usaha kedai kopi dengan standar pelayanan yang baik.
"Untuk mencapai harapan ini maka Panitia difasilitasi oleh Yayasan KEHATI mendatangkan Trainer Barista Profesional dari Bali, Silverius Unggul seroang Konsultan kewirausahan dari Universitas Trisakti Jakarta dan seorang pengusaha muda sukses dari Ende. Pada materi kewirausahaan peserta akan diajar tentang cara membaca peluang bisnis sedangkan oleh Barista yang telah mendapatkan sertifikat barista Nasional akan melatih peserta tentang cara meramu kopi untuk menghasilkan cita rasa yang enak," jelas Adam Nusi, salah satu Pegiat Kopi di Manggarai.
Pada sesi pelatihan hari pertama, (2/11/2019) Intan Kumalasari, Barista sekaligus Q grader bersetifikat Nasional dari Bali menjelaskan kepada peserta tentang pengolahan paska panen yang akan menghasilkan kopi yang bercita rasa enak dan disukai oleh para penikmat kopi di Indonesia dengan cara melakukan pengupasan kopi secara natural, pulped natural, honey process dan fully washed process. Dia meyakinkan peserta bahwa dengan proses paska panen demikian maka kopi yang dihasilkan pasti berkualitas baik dengan harga yang baik pula. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)