Rincian Kebutuhan Tenaga CPNS di Mabar Dalam Testing Kali Ini

Jumlah total kuota CPNS yang dibutuhkan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam testing kali ini sebanyak 154 orang.

Rincian Kebutuhan Tenaga CPNS di Mabar Dalam Testing Kali Ini
POS KUPANG.COM/SERVAN MAMILIANUS
Kepala BKD Manggarai Barat, Sebastianus Wantung 

Begini Rincian Kebutuhan Tenaga CPNS di Mabar Dalam Testing Kali Ini

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Jumlah total kuota CPNS yang dibutuhkan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam testing kali ini sebanyak 154 orang.

Jumlah kuota itu masing-masing untuk tenaga pendidik, kesehatan dan teknis.

Rincian kebutuhan tenaga pendidik yaitu Guru Agama Katolik, Guru Bahasa Indonesia, Guru BP/BK, Guru IPA, Guru IPS, Guru SD, Guru Matematika, Guru PPKN, Guru Bahasa Inggris dan Guru Penjasorkes.

Rincian kebutuhan tenaga kesehatan yakni Apoteker, Bidan D IV, Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter Spesialis THT, Nutrisionis, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Asisten Apoteker, Bidan D III, Perawat dan Sanitarian.

Sedangkan rincian kebutuhan untuk tenaga teknis, yaitu Auditor, Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintahan Daerah, Penyuluh Pertanian, Analis Bangunan dan Perumahan, Analis Data dan Informasi, Analis Dokumen Perizinan, Analis Informasi, Analis Infrastruktur, Analis Penataan Kawasan, Analis Pengembangan Infrastruktr, Analis Pengembangan Wilayah, Analis Peraturan Investasi, Analis Perencanaan Wilayah Perumahan dan Pengelola Sumber Daya Air.

Untuk diketahui, testing CPNS di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kali ini, lebih banyak membutuhkan tenaga pendidik.

Dari total kuota 154 orang yang dibutuhkan, tenaga pendidiknya sebanyak 76 orang.

Selain itu untuk kebutuhan tenaga kesehatan sebanyak 59 orang dan tenaga teknis hanya 19 orang.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Mabar, Sebastianus Wantung, menyampaikan bahwa kepastian rincian formasi yang dibutuhkan akan diumumkan pada tanggal 11 November 2019.

"Pengumuman akan dilakukan pada tanggal 11 November 2019. Itu merupakan jadwal dari Kemenpan. Nanti kami di kabupaten akan membentuk panitia sebelum pengumuman. Sedangkan pendaftaran dilakukan secara online," kata Sebastianus saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Kamis (31/10/2019).

Nenek Sebatang Kara Luspina Dibujuk Tinggal di Panti Jompo

Pembangunan Di Gunung Meja Perlu Dikaji Ulang

Ditambahkannya, pengumuman dilakukan selama satu minggu sedangkan pendaftaran selama dua minggu.
"Persiapan teknis sudah mulai kami lakukan, termasuk lokasi testing di SMKN 1 Labuan Bajo," kata Sebastianus. (Laporang Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved