Pembangunan Di Gunung Meja Perlu Dikaji Ulang
Dengan adanya jalur traking resmi maka diharapkan bisa menjamin keamanan maupun keselamatan para pendaki saat mendaki ke gunung meja
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
Pembangunan Di Gunung Meja Perlu Dikaji Ulang
POS-KUPANG.COM|ENDE--Rencana Dinas Pariwisata Kabupaten Ende untuk membangun fasilitas pendukung di atas gunung meja perlu dikaji ulang karena dikuatirkan bisa mengganggu navigasi pesawat yang akan mendarat maupun terbang di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende.
Anggota DPRD Kabupaten Ende, Riberu Kanisius mengatakan hal itu dalam rapat lintas fraksi DPRD Kabupaten Ende, Kamis (31/10/2019) di ruang sidang Komisi DPRD Kabupaten Ende.
Riberu Kanisius mengatakan bahwa pihaknya memang telah mendengar rencana dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ende untuk melanjutkan sejumlah pekerjaan diatas Gunung Meja.
Atas rencana tersebut pihaknya meminta agar sebaiknya rencana itu dikaji ulang secara matang pasalnya apabila ada suatu bangunan diatas gunung meja dikuatirkan bisa menggangu navigasi penerbangan pesawat baik yang hendak terbang maupun mendarat di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende.
Riberu Kanisius mengatakan bahwa sebagai orang yang pernah bekerja di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende dirinya tahu betul bagaimana strategisnya gunung meja bagi pesawat.
Menurut Riberu Kanisius apabila pemerintah hendak menata gunung meja maka sebaiknya tidak usaha ada bangunan diatas gunung tersebut cukup sarana pendukung seperti jalan untuk treking ataupun pendakian.
“Jangankan bangunan yang tinggi bangunan dengan ukuran 5 meter saja apabila dibangun diatas gunung meja sudah dipastikan menganggu navigasi penerbangan pesawat,” kata Riberu Kanisius.
Kanisius mengatakan bahwa semasa dirinya masih dinas aktif sebagai pegawai di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende dirinya juga pernah melarang adanya pembangunan tower di Baonawa yang letaknya berdekatan dengan Bandara Ende.
Dan saat ini pemerintah berencana membangun sarana diatas gunung meja maka sebaiknya dipikirkan ulang secara matang.
“Saat ini tinggal pilih antara pembangunan diatas gunung meja atau bandara,”kata Riberu Kanisius.
Menurut Riberu Kanisius, penataaan gunung meja bisa saja dilakukan seperti gerakan menanam pohon secara massal ataupun pembuatan jalan setapak untuk trekking yang terpenting tidak ada bangunan diatas puncak gunung meja.
Sebelumnya diberitakan penataan gunung meja yang terletak di Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Endem akan tetap oleh Pemda Ende di tahun 2020.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Ende, Hiparkus Hepi mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (28/10/2019) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai pelaksanaan penataan gunung meja.
Hiparkus mengakui bahwa proses penataan gunung meja memang sempat terhenti karena terkendala lahan dan juga pendanaan. Oleh karena itu pihaknya berusaha agar kedua hal tersebut bisa segera diselesaikan sehingga proses penataan gunung meja sebagai obyek wisata bisa dapat segera dilakukan.
“Kami berencana proses kelanjutan pekerjaan penataan gunung meja dilanjutkan pada tahun 2020 dengan dukungan dana dari APBD Kabupaten Ende,”kata Hiparkus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/riberu-kanisius.jpg)