Nenek Sebatang Kara Luspina Dibujuk Tinggal di Panti Jompo

Nenek Luspina telah didatangi petugas Dispenduk Sikka melakukan perekaman identitas.

Nenek Sebatang  Kara  Luspina  Dibujuk Tinggal di Panti  Jompo
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Utusan BRSLU Gowa, Makassar, Eka Keswara Putra bersama nenek Luspina Sana, Minggu (28/10/2019) di depan gubuknya di kompleks pemakaman muslim Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. 

Nenek Sebatang  Kara   Luspina  Dibujuk Tinggal di Panti  Jompo

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Kepedulian mengatasi   kesendirian  nenek  Luspina  Sana   (78() tinggal sebatang kara di gubuk  reot, kompleks pemakaman muslim  Kelurahan  Wolomarang, Kecamatan  Alok Barat, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores terus  menjadi   perhatian.

Dinas   Sosial  Kabupaten  Sikka  bersama  Balai  Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU)  “Gau  Mabaji”  Gowa, Makasssar bersama TKSK  dan Tagana  memfasilitsi  Nenek  Luspina mendapat program  khusus  layanan  Lansia.   Nenek  Luspina   telah didatangi petugas  Dispenduk  Sikka   melakukan  perekaman  identitas.

“Khusus  Nenek  Luspina, kami sudah fasilitasi mendapatkan KTP dan  Kartu Keluarga sebagai  langkah awal  administrasi  basis  data terpadu  (BDT) mendapat akses layanan  sosial. Datanya  sudah  ada   hanya  harus  diperbaharui  lagi,” ujar  utusan  BRSLU  Gowa, Eka Keswara Putra, kepada  pos-kupang.com,  Kamis    (31/10/2019).

Eka  Keswara menjelaskan,  lokasi   gubuk   yang ditempati   nenek  Luspina merupakan fasilitas   umum  (pemakaman). Dinas  Sosial dan BRSLU  tidak bisa  mengintervensi lebih  jauh mengatasi  masalah  tempat  tinggalnya.

“Tugas selanjutnya, Dinas  Sosial  Sikka  akan mengarahkan Nenek Luspina  tinggal di  panti  jompo. Rumahnya tidak  bisa direhabilitasi, karena  dia  tinggal di lahan  publik,”   ujar Eka  Keswara.

Nenek Luspina tinggal sebatang kara  sepeninggalan suami Yoseph Lawe  enam  tahun  lalu. Pasangan  suami  istri yang tak dikaruni  keturunan, sehari-harinya  menjaga  dan membersihkan  lokasi  pemakaman  umum  muslim.

Selian  membujuk  nenek Luspina ke   panti  jompo, petugas   Tagana  dan TKSK  juga akan menelusuri keberadaan  sanak  famili  nenek  Luspina.

Pembangunan Di Gunung Meja Perlu Dikaji Ulang

Inilah Daftar Lengkap UMP Tahun 2020 Semua Provinsi di Indonesia Naik 8,51 Persen, NTT Berapa Ya?

Pelantikan 50 Advokat KAI NTT, Ketua PT Kupang Pesan Jaga Kode Etik dan Harus Profesional

Sedangkan  nenek Paulina  Poin (79) warga  Desa  Koting D Kecamatan  Koting, Kecamatan  Koting, Kabupaten  Sikka, tinggal   seorang  diri mendapat layanan  dari  pemerintah  desa  dan  masyarakat  setempat. (Laporan  Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved