Ini Kronologi Penemuan Warga Sumatera Utara yang Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri di Ende

Ini kronologi penemuan warga Sumatera Utara yang ditemukan tewas diduga bunuh diri di Ende

Ini Kronologi Penemuan Warga Sumatera Utara yang Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri di Ende
ISTIMEWA
KTP Korban 

Ini kronologi penemuan warga Sumatera Utara yang ditemukan tewas diduga bunuh diri di Ende

POS-KUPANG.COM | ENDE - Ini kronologi penemuan warga Sumatera Utara yang ditemukan tewas diduga bunuh diri di Ende.

Iwanta Sebayang (42) warga asal Provinsi Sumatera Utara ( Sumut) yang berdomisili di Kota Batam, ditemukan tewas di pinggir Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende, Rabu (30/10/2010). Korban diduga tewas bunuh diri.

Kasat Reskrim Polres Ende AKP Lorensius melalui Kanit Pidum Aipda Andre Iskandar kepada wartawan mengatakan, kronologi penemuan mayat korban berawal ketika ada warga atas nama, Yohanes Mesi hendak memungut batu yang merupakan sisa gusuran jalan negara di ruas Jalan Imam Bonjol.

Dinas Kesehatan Malaka Minta Guru Tanamkan Pola Hidup Sehat kepada Peserta Didik

Saat itu Yohanes melihat ada sesosok mayat yang akhirnya diketahui bernama, Iwanta Sebayang. Penemuan itu langsung dilaporkan ke polisi yang menindaklanjuti dengan turun ke lokasi guna proses olah TKP maupun evakuasi.

"Kalau dari jalan raya tidak kelihatan sosok mayat tersebut tetapi saat saksi turun ke bawah di balik batu saksi melihat sosok mayat dengan botol pembersih lantai merek Porstex berada di sampingnya," kata Andre.

Demam Babi Afrika Ancam 129 Ribu Populasi Babi di Sikka

Dikatakan di dompet Korban ditemukan identitas Iwanta Sebayang (42 tahun) Agama Katolik pekerjaan swasta dan beralamat Perum Medio Raya, Mesa PT.SMS RT/RW 001/024 kelurahan Tambesi ,Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian lalu mengevakuasi jenazah ke RSUD Ende guna menjalani proses visum.

Dari hasil visum luar terhadap jazad korban maupun sesuai dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian korban diduga meninggal karena bunuh diri.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai merk porstex karena dari mulut korban keluar busa serta dari celana korban keluar air seni," kata Andre.

Korban, jelas Andre, untuk sementara disemayamkan di kamar mayat RSUD Ende sambil menunggu keputusan keluarga dan paguyuban Batak yang ada di Ende apa mau dikuburkan di Ende atau dibawa pulang ke Medan.

Polisi ujar Andre juga sempat menghubungi ibu korban di Medan dan ibu korban memastikan bahwa yang meninggal itu adalah anaknya setelah ditunjukan foto korban.

Polisi ujar Andre juga sempat mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang sebesar Rp 32 ribu dan juga sarung dan KTP.

Tentang keberadaan korban di Ende, jelas Andre, polisi juga belum mengetahui persis karena korban diketahui tidak bekerja di Ende.

"Namun sehari sebelum ditemukan meninggal warga ada yang melihat korban berjalan kaki dari arah Nangaba, Kecamatan Ende menuju ke Kota Ende," ujar Andre. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved