Demam Babi Afrika Ancam 129 Ribu Populasi Babi di Sikka

Terkait kasus demam babi Afrika mengancam 129 ribu populasi babi di Kabupaten Sikka

POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Peserta seminar penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kota Maumere, Rabu (30/10/2019). 

Terkait kasus demam babi Afrika mengancam 129 ribu populasi babi di Kabupaten Sikka

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Ancaman penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever ( ASF) mengancam 129 ribu populasi ternak babi di Kabupaten Sikka, Pulau Flores dari total populasi babi di NTT 2 juta lebih ekor.

Saat ini, penyakit ASF telah ditemukan di Negara Timor Leste (Tilos) pada September 2019. Ancaman ASF masuk ke NTT semakin terbuka dan dekat karena NTT berbatasan langsung dengan Tilos dan memiliki hubungan kekerabatan.

Ini Jenis Pengaduan Nasabah di OJK NTT

"Tinggal menunggu waktu. Penyakit ini menular sangat cepat, tingkat kematian dan kesakitan 100 persen. Sampai saat ini belum ada vaksin dan obatnya," wanti-wanti Kepala Dinas Peternak NTT, Ir. Deny Suhady, dalam pembukaan seminar ASF di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kota Maumere, Rabu (30/10/2019).

Denny mengaku senang dengan respon cepat pemerintah Sikka mengelar seminar ini dan dihadiri semua stakeholder untuk memahami ancaman dan bahaya ASF. Pemerintah, kata Denny, tidak bisa bekerja sendiri mengatasi ASF.

Bank Indonesia dan OJK Gandeng Kemenkeu Peringati Hari Oeang, Bahas Tiga Agenda Penting

Ia mengatakan pemerintah melakukan tindakan antisipasti menjalin kesepakatan dengan Polda NTT melalui para anggota Babinkamtibmas dan Petugas Karantina Hewan mengawasi lalu lintas masuk ternak babi di perbatasan NTT dan Tilos.

 Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupten Sikka, Drh.Maria Margaretha Siko, menjelaskan seminar sehari bertujuan menyebarkan informasi ancaman penyakit ASF, membangun kewaspadaan dan membuka wawasan para pemangku kepentingan terhadap potensi pengembangan ternak babi.

Acara sehari diikuti para peternak dan semua stakeholer menghadirkan narasumber, drh. Arif Hukmi dari Dirjen Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, Ir. Denny Suhady, Kadis Peternak NTT, Dr. drh. Petrus Malo Bulu, MVCs dari Politani Udana, Konstantinus Tukan, S.Hut,MM dari Prisma, dan Kepala Karantina Kelas II B Ende.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, mengatakan pembahasan ASF penting agar memperoleh pengetahuan dan pemahaman penyakit ASF.

"Saya senang banyak peserta yang hadir. Kalau seminar yang lain-lain paling banyak 20-an orang," ujar Romanus. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved