Opini

Sidang Sinode GMIT, Pertarungan Nurani, Kinerja dan Ambisi. Begini Penjelasannya?

Pemilih diwanti-hanti untuk memilih para pemimpin gereja ini berdasarkan prinsip kejujuran, komitmen dan integritas kristiani yang bisa diandalkan

Sidang Sinode GMIT, Pertarungan Nurani, Kinerja dan Ambisi. Begini Penjelasannya?
DOK PRIBADI
Pendeta Messakh Dethan

Sidang Sinode GMIT, Pertarungan Nurani, Kinerja dan Ambisi. Begini Penjelasannya?

Oleh : Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

PERSIDANGAN Sinode GMIT XXXIV-2019 yang berlangsung di GMIT Paulus Kupang hari ini memasuki puncaknya.

Agendanya pemilihan Badan Pengurus Gereja yakni mulai dari Ketua, Wakil ketua, Sekretaris dan Wakilnya, Bendahara hingga para anggotanya untuk masa bakti 2019-2023.

Sebagai sebuah sidang gerejawi yang tentu berbeda dengan sidang-sidang lainnya entah organisasi sosial politik dan lainnya nuansa spiritual kristiani diharapkan lebih dominan.

Dari sejak awal para pemilih sudah diwanti-hanti untuk memilih para pemimpin gereja ini berdasarkan prinsip kejujuran, komitmen dan integritas kristiani yang bisa diandalkan.

Idealnya melalui pemilihan MS Sinode GMIT 20192-2023 kali ini menghasilkan orang-orang yang bisa memimpin gereja memasuki era industri 4.0 atau bahkan 5.0.

Tantangan GMIT dalam era ini makin kompleks untuk itu dibutuhkan para pemimpin yang bisa bekerja sama, sehati sepikir dan memiliki track record dan kinerja yang baik bukan sekadar memenuh ambisi pribadi masing-masing.

Memasuki tantangan gereja yang makin besar GMIT tidaklah membutuhkan para pemimpin yang hanya pandai berwacana atau omong doang,

tetapi para pemimpin yang mampu "berteologi" dengan implementasi-implemetasi praktisnya di jemaat-jemaat demi pertumbuhan jemaat dari berbagai aspek, bukan hanya rohaninya, tetapi juga ekonominya dalam berbagai bentuk.

Halaman
123
Penulis: Ferry Jahang
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved