Kementerian Desa Susun Bussines Plan Produk Unggul di Perbatasan

Pihak Kementerian Desa menyusun busines plan produk unggul di wilayah perbatasan

Kementerian Desa Susun Bussines Plan Produk Unggul di Perbatasan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi buat FGD tentang Penyusunan Bussinees Plan dan Data Informasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perbatasan di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (17/10/2019). 

Pihak Kementerian Desa menyusun busines plan produk unggul di wilayah perbatasan

POS-KUPANG.COM | BETUN - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyusun Bussinees Plan dan Data Informasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perbatasan.

Berkaitan dengan rencana ini, kementerian melalui Direktorat Jendral Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah II melakukan diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemkab Malaka yang merupakan kabupaten di daerah perbatasan.

TRIBUN WIKI: Menikmati Gurihnya Kopi Leubatang Lembata di Expo Uyelewun Raya

Kegiatab FGD berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (17/10/2019) yang dibuka Sekda Malaka, Donatus Bere. Hadir saat itu,  Kepala Sub Dirjen Pengembangan Daerah Perbatasan Wilayah II,  Ir. Alin Yurianto Gagariandi, M. Si dan para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Malaka.

Menurut Alin Yurianto, kegiatan diskusi yang dikemas dalam FGD ini bertujuan menyampaikan rencana kerja kementerian terkait Penyusunan Bussinees Plan dan Data Informasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perbatasan Tahun 2019. Dari diskusi ini juga kementerian mendapat masukan, usul dan saran dari peserta yang mewakili pemerintah guna dibahas lebih lanjut di kementerian.

BREAKING NEWS: Rumah Ludes Terbakar Api, Umbu Nawa dan Kelurarganya Tinggal Pakaian di Badan

Alin Yurianto mengatakan, Kabupaten Malaka memiliki produk unggulan yang harus dikembangkan demi pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan. Dengan daerah yang subur seperti Malaka, Alin mengharapkan hasil-hasil pertanian menjadi produk unggul di Malaka.

Sekda Malaka, Donatus Bere mengatakan, diskusi tersebut dinilai penting guna menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Malaka. Apalagi program dari kementerian ini sinkron dengan program Pemkab Malaka yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Lewat diskusi tersebut pemerintah Kabupaten Malaka akan memaparkan produk-produk unggulan yang ada di Malaka untuk dikembangkan bersama dengan pemerintah pusat demi peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.

"Kita punya satu tekad untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan. Tentu, sebuah pertumbuhan ekonomi ini kita harus menyiapkan bahan baku yang akan kita kembangkan", kata Bere.

Kata Bere, harapan dari kementerian adalah tanaman jagung harus menjadi produk unggul yang bisa dikembangkan di Kabupaten Malaka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved