Ini Seremoni Pesta Laut Dirayakan Turunan Suku Buton di Sikka

Ratusan warga Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Rabu (16/10/2019) siang merayakan pesta laut

Ini Seremoni Pesta Laut Dirayakan Turunan Suku Buton  di Sikka
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Warga Suku Buton di Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (16/10/2019) siang menerima kedatangan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyaksikan seremoni pesta laut. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Ratusan  warga  Desa Pemana,  Kecamatan Alok,   Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,  Rabu   (16/10/2019) siang  merayakan  pesta  laut  di  Pulau  Kambing  atau Pulau  Nanano,  sebuah  pulau  kecil di  depan  Desa  Pemana.

Seremoni   pesta laut  atau   ‘Parmea  Dii  Tai’  dalam Bahasa  Buton  menghadirkan pelepasan miniatur   kapal  ke  laut, pawai  kapal hias, lomba   kuliner serba seafood, diving, snorkeling,  seni  tari dan seni musik  budaya Buton

Kepala  Desa  Pemana, La Umpo, menjelaskan  pesta  laut merupakan warisan leluhur  Suku Buton sebagai  simbol ucapan  syukur kepada  Tuhan Yang Maha Esa karena  telah  banyak  memberikan  rejeki tangkapan ikan kepada  nelayan  selama  setahun.

Calon Wirausaha Tamatan SMK Sikka Jalani Diklat dengan Antusias

Puncak   pesta laut,  kata La Umpo,  juga  merekatkan  kembali relasi  antarsesama nelayan dan  juga kepada pemerintah. Selama setahun ini  mungkin terjadi benturan  fisik dan sosial  perebutan  lahan  tangkapan ikan.

“Melalui   pesta laut   bisa saling memaafkan   dan sebagai ungkapan  rasa  syukur mereka menyiapkan  makan bersama,”  ujar La   Umpo.

Seremoni pesta laut  kali   ini  mengusung tema   “dengan  pesta  laut kita  tingkatkan rasa persaudaraan  antarsesama   nelayan untuk menjaga dan melestarikan laut.”

Tanda Kasih Yayasan Sanlui PanGa Bantu Ambulans ke Klinik Pratama St .Elisabeth Nita

Menurut La  Umpo,   nelayan  Suku  Buton menyadari  kehidupan  mereka hingga  anak cucu bergantung kepada  laut. Karena itu  menjadi kewajiban menjaga laut,  juga sebagai  momentum  berbagi pengetahuan menjaga dan melestarikan  laut  sumber penghidupan.

Bupati Sikka, Fransiskus  Roberto Diogo  mengatakan, pesta laut  merupakan warisan nenek moyang.  Kabupaten Sikka  menjadi  Indonesia mini didiami beragama  suku.

“Di  sini ada  Suku Bajo,  Bugis dan suku-suku lain  telah memperkaya  budaya  Sikka,”  ujar Roby Idong,  sapaan Fransikus  Roberto  Diogo. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius  mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved