Suksesi Ketua GMIT, Pdt Mery Kolimon : Bawa Gereja Terlibat Dalam Kehidupan Sosial

Kalau kami tidak bilang maju lagi. Kami selalu siap, kalau gereja menyebut nama kami, atau kami ditanya bersedia atau tidak

Suksesi Ketua GMIT, Pdt Mery Kolimon : Bawa Gereja Terlibat Dalam Kehidupan Sosial
POS KUPANG/RYAN NONG
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Foto bersama di Persidangan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke XXXIV tahun 2019 resmi dibuka pada Selasa (15/10/2019) 

Suksesi Ketua GMIT, Pdt Kolimon : Bawa Gereja Terlibat Dalam Kehidupan Sosial

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Persidangan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke XXXIV tahun 2019 resmi dibuka pada Selasa (15/10/2019). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua GMIT Pdt Dr Mery Kolimon dalam ibadah pembukaan yang dilangsungkan di Gereja GMIT Paulus Kupang.

Persidangan Sinode ini selain mengevaluasi perjalanan dan merumuskan kebijakan dan program GMIT untuk periode mendatang, juga dilaksanakan suksesi kepemimpinan GMIT di lingkungan sinodal periode 2019-2023. 

Sampai dengan pembukaan persidangan, mencuat dua nama kandidat ketua GMIT yang diusung oleh jemaat dan klasis GMIT yang tersebar di 46 klasis GMIT yang tersebar di NTT, Sumbawa NTB, Batam dan Surabaya Jawa Timur.

Pdt Dr Mery Kolimon yang diwawancarai POS-KUPANG.COM usai acara pembukaan persidangan menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin GMIT untuk periode mendatang. Ketua Sinode GMIT periode 2015-2019 ini mengatakan, selama gereja menyebut dan mempercayakan maka sebagai pendeta harus siap. 

"Kalau kami tidak bilang maju lagi. Kami selalu siap, kalau gereja menyebut nama kami, atau kami ditanya bersedia atau tidak. Dan saya mempersiapkan diri karena jemaat melalui klasis klasis menyebut nama kami untuk kepemimpinan ini, karena saya pendeta GMIT jadi ketika GMIT menyebutkan nama maka harus menyiapkan diri untuk itu," jelasnya.  

Ia mengatakan, sebagai seorang misiolog ia berusaha untuk selalu mencari jembatan antara gereja dan dunia.

"Empat tahun pertama dipercayakan, karena saya seorang misiolog selalu mencari jembatan antara gereja dan dunia, gereja tidak boleh hanya sibuk dengan dirinya tetapi gereja harus terlibat dalam dunia dengan segala dinamikanya," katanya.

Ia menjelaskan, bergereja dalam konteks NTT dan Sumbawa di NTB masih bergumul dengan banyak hal, diantaranya berbagai isu penting seperti isu stunting, kekerasan rumah tangga yang tinggi, kematian ibu dan bayi, perdagangan orang dan kerusakan lingkungan. Terhadap hal ini, ia menegaskan bahwa gereja harus hadir di sana.

"Gereja harus memberi pendidikan umat, pendidikan publik, supaya kita makin cerdas menata hidup baik secara pribadi, gereja, keluarga, tetapi juga masyarakat dan alam," tambahnya.

Ia mengatakan, dalam proses menuju sidang, telah dilakukan studi serius di delapan titik di GMIT yang mencoba untuk mengidentifikasi isu yang sedang ada di masyarakat. Isu tersebut dijelaskannya termasuk relasi antar agama, pendidikan GMIT, isu kesehatan, isu perubahan iklim.

"Itu menjadi perhatian kita dan berharap gereja makin mampu melakukan kajian baik secara alkitab dan tradisi kristen maupun realita sosial dan ekologis supaya gereja bisa mampu menerjemahkan kabar baik injil ke dalam konteks yang demikian agar turut serta dalam perubahan NTT dan Sumbawa di NTB yang lebih baik," tambahnya. 

Poin penting dalam persidangan kali ini, jelasnya adalah bahwa GMIT dibawa untuk terlibat dalam kehidupan umat juga dalam relasi antar agama. Hal ini dilakukan karena kesadaran sebagai gereja dan bangsa yang sedang berhadapan dengan radikalisme, konservatisme dan terorisme terhadap kehidupan beragama dan berbangsa. 

Tetapkan Sebagai KLB, Pemda TTS Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan Massal

Rocky Gerung Bintang ILC TV One Ingin Radikal! Merasa Dikeroyok Pendukung Prabowo dan Jokowi

Rumah Sakit S.K. Lerik Kota Kupang Menuju Sertifikasi ISO, Beri Pelayanan Standar Internasional

Sementara itu, kandidat lainnya, Pdt. Eben Nuban Timo yang disebut menjadi salah satu kandidat kuat untuk posisi ketua GMIT tidak tampak dalam prosesi pembukaan sidang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved