BREAKING NEWS: Empat Pelaku Pembalakan Liar di TTU Ditangkap Polisi

BREAKING NEWS: sebanyak empat pelaku pembalakan liar di Kabupaten TTU Ditangkap Polisi

BREAKING NEWS: Empat Pelaku Pembalakan Liar di TTU Ditangkap Polisi
ISTIMEWA
Para pelaku saat dilakukan interogasi di ruang Satreskrim Polres TTU, Jumat (12/10/2019). 

BREAKING NEWS: sebanyak empat pelaku pembalakan liar di Kabupaten TTU Ditangkap Polisi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sebanyak empat orang pelaku pembalakan liar atau ilegal logging ditangkap anggota Satreskrim PolresTimor Tengah Utara ( TTU).

Keempat pelaku ilegal logging tersebut ditangkap di sekitar Pustu Manenu, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU pada, Jumat (12/10/2019).

Bella Saphira Unggah ini Bak Sindiran Saat Heboh Pejabat TNI Dicopot Gegara Istri Nyinyir di Medsos

Proses penangkapan tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP. Tatang Prajitno Panjaitan bersama dengan beberapa anggota satreskrim lainnya.

Tumpukan kayu jati gelondongan yang ditahan oleh anggota Satreskrim Polres TTU di Pustu Manenu, Jumat (11/10/2019).
Tumpukan kayu jati gelondongan yang ditahan oleh anggota Satreskrim Polres TTU di Pustu Manenu, Jumat (11/10/2019). (ISTIMEWA)

Pada kesempatan itu, anggota kepolisian berhasil mengamankan satu unit truk berisikan kayu jati. Kayu-kayu jati tersebut masih dalam gelondongan.

Anggota Satreskrim Polres TTU juga menangkap keempat pelaku pembalakan liar. Keempat pelaku itu adalah Stefanus Bouk, Petrus Amnanu, Egidius Taek, dan Maximus Asten.

Istri Hancurkan Karir Militernya dengan Postingan Nyinyir Wiranto, Ini Reaksi Kolonel Hendi Suhendi

Seperti dikutip dari akun facebook Polres TTU, terbongkarnya kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat sekitar tentang adanya aktivitas bongkar muat kayu jati yang diduga tidak dilengkapi dengan dokumen.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Tatang Prajitno Penjaitan mengaku, keempat pelaku pembalakan liar itu ditangkap di Pustu Manenu saat sedang mengganti ban truk yang pecah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ungkap Tatang, ternyata kayu jati gelondongan yang diangkut tidak dilengkapi dokumen sesuai dengan aturannya yang berlaku.

"Keempat pelaku ini kami tangkap di Pustu Manenu, saat itu ban truk yang mereka kendarai pecah sehingga mereka berhenti untuk mengganti ban. Disitulah kami lakukan penangkapan terhadap pelaku," ujarnya.

Untuk saat ini, kata Tatang, pihak penyidik telah memeriksa sebanyak empat orang pelaku yang ditangkap tersebut. Menurutnya, masih tersisa lima orang lagi yang membantu mengangkut kayu tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, lanjut Tatang, kayu jati illegal tersebut diketahui milik Stefanus yang sudah dibelinya dari Milikheor Meomanu.

Selanjutnya, kayu itu diangkut mengunakan sebuah truk dengan nomor polisi DH 8207 DD ke rumah Stefanus yang terletak di Desa Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara yang dikemudikan oleh Petrus.

"Rencananya mau dibawah ke rumah stefanus di Desa Boronubaen," ujarnya.

Tatang menegaskan, atas perbuatan yang dilakukan, para pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Huruf b dan pasal 83 (1) Hurif a Undang-undang No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo. Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved