13.675 Masyarakat NTT Melek Pinjaman Online, Tapi Ini Harus Diwaspadai

angka literasi yang masih di kisaran 28 persen. Karena persentase tersebut akan ditingkatkan menjadi 35 persen.

13.675 Masyarakat NTT Melek Pinjaman Online, Tapi Ini Harus Diwaspadai
POS-KUPANG.COM/ YENI RAHMAWATI
kepala OJK Provinsi NTT Robert Sianipar

13.675 Masyarakat NTT Melek Pinjaman Online, Tapi Ini Harus Diwaspadai

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala OJK NTT, Robert Sianipar, mengatakan tahun ini edukasi keuangan yang digelar OJK NTT menyasar segmen perempuan, mahasiswa dan UMKM. Hari ini dilaksanakan dengan DP3A dan IWAPI kota Kupang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan angka literasi yang masih di kisaran 28 persen. Karena persentase tersebut akan ditingkatkan menjadi 35 persen.

Caranya dengan gencar melakukan edukasi.

Kata Robert bila literasi sudah baij hak itu berarti masyarakat sudah mempunyai pemahaman pasti, bisa cerdas mengelola keuangan, tahu memilih mana yang berizin dan ilegal dan terhindar dari maraknya penipuan. Karena preventif itu lebih baik.

Sampai saat ini tengah marak pinjaman online di NTT. Berdasarkan data 13.675 rekening peminjam dan 1.389 rekening yang meminjamkan.

Dengan data ini, berarti masyarakat NTT sudah melek dan tidak awam lagi dengan pinjaman online. Karena angka peminjam saja sudah mencapai 13 ribu lebih.

Meminjam online, lanjutnya, lebih cepat. Cukup duduk di rumah, membuka handphine scan KTP lalu upload dan uangnya masuk.

Bila dibandingkan dengan cara yang dilakukan sekarang ini tentu masyarakat memilih online.

Namun selain kemudahan yang diperoleh itu patut diwaspasai. Karena mudah sering mendorong orang meminjam banyak tapi tidak waspada pada kemampuan.

"Misalnya untuk apa meminjam uang. Jadinya melihat barang dan pinjam uang karena mau berlibur. Oleh karena itu masyarakat harus pinjam cerdas, mengelola keuangan, pinjam sesuai kebutuhan, kenali kemampuan.
Jadi kita harus melakukan edukasi," tuturnya.

Ia menyampaikan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi maka harus memerhatikan 2L. Pertama Legal, masyarakat harus mengecek legalitas dari usaha tersebut.

Tidak hanya berbadan hukum saja, tetapi bila perusahaan tersebut menghimpun dan mengelila dana maka harus mempunyai ijin dari Kantor OJK NTT.

Yuk Simak ! Begini Harapan Ketua DPRD Malaka dan Bupati Malaka

Donna Bella: Penawaran Investasi Tak Berisiko Itu Omong Kosong

Apel Khusus ASN Indisipliner di Kampung Wuring Kabupaten Sikka Tak Bikin Jera

Julie Sutrisno Laiskodat Ajak Investor Lirik 4 Wisata Alam di Kabupaten Ngada, Lihat Reaksinya!

"Logis, maka harus berpikir dengan penawaran yang berlebihan," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved