Sebanyak 421.031 Ternak Babi di Kabupaten Kupang Terancam Terserang Flu Babi Afrika

Sebanyak 421.031 ternak babi di Kabupaten Kupang terancam terserang flu babi Afrika

Sebanyak 421.031 ternak babi di Kabupaten Kupang terancam terserang flu babi Afrika

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Populasi ternak babi di Kabupaten Kupang sebanyak 421.031 ekor, bisa terancam serangan penyakit African Swine Fever (ASF) yang saat ini menyerang ternak babi di Timor Leste.

Apabila tidak cepat diantisipasi maka diprediksikan peternak babi akan mengalami kerugian sebesar Rp 1.429.400.245.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Provinsi NTT, Ir. Dani Suhadi menyampaikan ini pada kegiatan sosialisasi Kewaspadaan Dini terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) di Oelamasi, Selasa (8/10/2019).

Bupati Kupang Wanti-wanti Warga Waspadai Bahaya Penyakit African Swine Fever

Dani Suhadi mengatakan , flu babi Afrika ( Afrika Swine Fever) disebabkan karena virus Asfarviridae. Penyakit ini dapat menyerang babi dari segala usia baik itu babi domestik maupun babi liar dan tidak menular ke spesies lain termasuk manusia.

Tingkat kematiannya yang tinggi 100% dari populasi kerugian. Kontaminasi terjadi melalui kontak langsung dengan jaringan dan cairan tubuh dari babi yang terinfeksi termasuk pembuangan dari hidung, mulut, urine dan feses atau semen yang terinfeksi.

Selain itu , Suhadi menambahkan bahwa virus ini juga menyebar melalui transportasi dan konsumsi produk makanan yang terkontaminasi karena tidak ada vaksinasi yang terbukti mencegah atau menyembuhkan infeksi tersebut.

Soal TKI - DPRD Minta Pemprov NTT Buat Basis Data

Oleh karena itu Suhadi mengatakan bahwa pengendalian sangat penting dimulai dari peternakan.

Wabup Kupang Jerry Manafe mengatakan pentingnya penanganan secara ekstrim dengan melarang hewan babi dan makanan olahan dari luar ke wilayah TT dan menginfeksi ternak babi di sini.

Dinyatakannya bahwa Jenis penyakit ini belum ada vaksin untuk bisa mengobatinya. Virus ini berasal dari Afrika dan merambat ke negara Timor Leste, tapi sudah menjadi keresahan bagi masyarakat.

Oleh karena itu dirinya berharap warga harus mengantisipasi penyakit ini serta gejolak pasar yang berkaitan dengan pandangan masyarakat.

Wabup mempertanyakan apakah viruz ASF ini sudah terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Kupang atau hanya di Timor Leste saja.

"Saya harapkan dari Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten untuk bekerja sama mendeteksi penyakit tersebut," harap Jerry. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved