Bupati Kupang Wanti-wanti Warga Waspadai Bahaya Penyakit African Swine Fever

Pejabat Bupati Kupang wanti-wanti warga waspadai bahaya penyakit African Swine Fever

Bupati Kupang Wanti-wanti Warga Waspadai Bahaya Penyakit African Swine Fever
POS-KUPANG.COM/Dok Humas Setda Kupang
Bupati Kupang, Korinus Masneno ketika memimpin rapat bersama soal masalah Penyakit African Swine Fever (ASF) di Oelamasi, Selasa (8/10/2019) 

Pejabat Bupati Kupang wanti-wanti warga waspadai bahaya penyakit African Swine Fever

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Pejabat Bupati Kupang, Korinus Masneno mengajak masyarakat waspada terhadap serangan penyakit African Swine Fever ( ASF) yang saat ini menyerang ternak babi di Timor Leste.

Saat ini isu penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi sudah beredar dan dalam tahap yang mencemaskan. Meski belum ada di Indonesia tapi perlu diwaspadai agar tidak masuk ke Kabupaten Kupang.

Soal TKI - DPRD Minta Pemprov NTT Buat Basis Data

Bupati Korinus Masneno menyampaikan ini pada kegiatan sosialisasi Kewaspadaan Dini terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) di Oelamasi, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan saat ini isu penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi sudah beredar dan dalam tahap yang mencemaskan. Meski belum ada di Indonesia tapi sudah mendekati daerah ini, sehingga perlu diantisipasi.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada vaksin penanganan penyakit tersebut. Jika terserang dampaknya akan sangat buruk dimana babi yang ada akan mati 100 Persen. Menghadapi situasi tersebut, Pemda tidak akan main-main dan bersikap serius.

Dilantik Jadi Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau: Era Baru Pimpinan Milenial

"Kepada Dinas Peternakan saya berharap jika ada jenis vaksin yang bisa menolong mengantisipasi secara dini, maka segera mengambil langkah antisipasi dini," pinta Masneno.

Menurut Bupati Korinus Masneno, sebagian besar masyarakat khususnya Kab. Kupang memiliki usaha dibidang peternakan (khususnya babi). Sehingga penanganan terhaap bahaya penyakit ini harus serius ditangani, karena akan mempengaruhi tingkat ekonomis dan usaha masyarakat yang sangat besar.

"Kita telah beralih pola makan dan jenis makanan dari pemenuhan jenis hewani dari peternakan sapi ke peternakan babi. Apalagi sudah menjadi jenis usaha rakyat. Mari semua pihak bergandengan tangan cegah dan tangkal penyakit ini," harap Masneno.

Dirinya meminta warga di perbatasan agar ternak babi dari luar jangan dibiarkan masuk karena dapat menular sangat cepat. Kendati demikian dirinya mengingatkan masyarakat agar jangan cemas, karena penyakit ini tidak menular atau menyerang manusia, hanya menyerang ternak babi saja.

Beberapa upaya yang penting dilakukan diantaranya memberi instruksi Bupati yang disampaikan kepada para Camat , Lurah, Kades, Tomas dan Toga untuk bisa membantu meluaskan jaringan sosialisasi kepada para peternak maupun para konsumen agar lebih waspada.

Sosialisasi melalui media massa cetak dan elektronik sangat penting terutama koordinasi bersama forkompimda dalam upaya antisipasi penyebaran penyakit ini.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wabup Kupang Jerry Manafe, Sekretaris Daerah Obet Laha, Forkompimda, Kadis Peternakan Provinsi NTT, Ir. Dani Suhadi, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian , perwakilan Veteriner Denpasar, para Asisten dan para pengusaha dan peternak Babi di Kabupaten Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved