Bupati Tahun Tanggapi Santai Gugatan Ganti Rugi Senilai 312 Miliar Dari Keluarga Mella

Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat yaitu, Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya.

Bupati Tahun Tanggapi Santai Gugatan Ganti Rugi Senilai 312 Miliar Dari Keluarga Mella
POS KUPANG/DION KOTA
Bupati TTS,Egusem Piether Tahun 

Bupati Tahun Tanggapi Santai Gugatan Ganti Rugi Senilai 312 Miliar Dari Keluarga Mella

POS-KUPANG. COM|SOE -- Bupati TTS, Egusem Piether Tahun menanggapi santai gugatan ganti rugi lahan pembangunan bendungan Temef senilai 312 miliar yang diajukan Fransiskus Lodowik Mella di Pengadilan Negeri Soe. Menurutnya, gugatan dalam suatu proses pembangunan adalah hal yang biasa.

Gugatan tersebut tidak akan menghentikan pembangunan bendungan Temef yang sementara berlangsung. Sebagai salah satu pihak tergugat dalam perkara tersebut, Bupati Tahun mengaku, sudah menunjuk pengacara negara dalam hal ini Kejaksaan Negeri TTS sebagai kuasa hukum.

"Gugatan seperti ini merupakan hal yang biasa dalam pembangunan. Apa lagi, nilai pekerjaan ini besar. Saya sudah minta pihak Kejaksaan Negeri TTS sebagai pengacara kita untuk menghadapi gugatan itu," ungkap Bupati Tahun kepada pos kupang.com, Rabu (9/10/2019) pagi.

Dalam persidangan nantinya lanjut Bupati Tahun, pihak penggugat harus bisa membuktikan jika tanah yang diklaim merupakan miliknya.

Pasalnya saat ini, seluruh proses pembebasan lahan, baik lahan milik Kementerian Kehutanan maupun milik masyarakat untuk pembangunan bendungan Temef sudah selesai dan dokumennya sudah diserahkan kepada Gubernur NTT.

Tidak hanya itu, tim appraisal juga sudah turun untuk melakukan penilaian atas tanah tersebut. Sedangkan proses ganti rugi sendirj akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

"Kita sudah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Jika ada gugatan silakan itu hak masyarakat. Kita siap menghadapi gugatan tersebut," tegasnya.

Diberitakan pos kupang.com, sebelumnya Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 Ha di Desa Konbaki, Kecamatan Polen yang masuk dalam lahan pembangunan bendungan Temef.

Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebanyak 312 miliar atau per meternya dihargai dengan Rp. 100.000.

Dalam gugutannya tersebut Mella didampingi kuasa hukum dari firma ABP dan paralegal LKBH Fakultas Hukum Undana. Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat yaitu, Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya.

Selasa (8/10/2019) pukul 09.00 WITA dijadwalkan sidang perdana gugatan ganti rugi atas lahan pembangunan bendungan Temef di Pengadilan Negeri Soe.

Namun, sidang perdana yang dipimpin Hakim ketua Wempy William James Duka ,SH.MH dan hakim anggota Putu Dima Indra, SH dan Puti Agung Putra Baharata, SH molor hingga pukul 14.30 WITA.

Ternyata Ini Alasan MPR Mundurkan Pelantikan Jokowi-Maruf Jadi Pukul 16.00 WIB

Polda NTT Selenggarakan Pelatihan Fungsi Kehumasan Polri

Sidang perdana tersebut terpaksa ditunda karena ketidakhadiran para kuasa hukum dari pihak tergugat. Oleh sebab itu, pihak pengadilan akan melayangkan surat pemanggilan dan pemberitahuan kepada tergugat untuk sidang selanjutnya pada Selasa,15 Oktober mendatang.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved