721 Ekor Kuda Uji Kecepatan di Arena Pacuan Kuda Rihi Eti, Waingapu Rebut Piala Bupati Sumba Timur

Sebanyak 721 ekor kuda uji kecepatan di arena pacuan kuda Rihi Eti, Waingapu rebut Piala Bupati Sumba Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (keempat dari kiri) foto bersama ketua Pordasi Sumba Timur, Felix Wongkar, dan para pimpinan Forkompimda usai membuka Turnamen Palapang Njara. 

Sebanyak 721 ekor kuda uji kecepatan di arena pacuan kuda Rihi Eti, Waingapu rebut Piala Bupati Sumba Timur

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 721 ekor kuda pacu milik warga di Daratan Pulau Sumba yang merupakan salah satu pulau terindah di dunia ini, akan menguji kecepatan di arena pacuan kuda Rihi Eti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, dari tanggal 9-19 Oktober 2019.

Pacuan kuda atau dalam bahasa Sumba Timur disebut Palapang Njara ini dalam rangka memperebutkan Bupati Sumba Timur Cup Tahun 2019. Kegiatan Palapang Njara itu dibuka langsung oleh bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Rabu (9/10/2019).

Manajemen PLN NTT Sebut Penilaian Gratifikasi LPPN RI Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan Forkompimda, pimpinan BUMN/BUMD, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumba Timur, Umbu Maramba Meha, bersama staf, Ketua Pordasi Sumba Timur, Felix Wongkar bersama seluruh anggota panitia dan masyarakat pemilik kuda dan pencinta pacuan kuda.

Ketua Pordasi Kabupaten Sumba Timur, Felix Wongkar, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, dalam turnamen ini ada sebanyak 721 ekor kuda pacu yang akan bertarung di 15 kelas.

Urai Felix, untuk kelas Pemini 191 ekor kuda, kelas Pemula I sebanyak 112 ekor, kelas Pemula 2, sebanyak 106 ekor, kelas Pemula 3, sebanyak 60 ekor, kelas Pemula Super 12 ekor, kelas A, 23 ekor, kelas A 2, sebanyak 6 ekor, kelas A Super 6 ekor.

Sebanyak 421.031 Ternak Babi di Kabupaten Kupang Terancam Terserang Flu Babi Afrika

Selain itu, kelas B sebanyak 34 ekor, kelas C, 33 ekor, kelas D, 26 ekor, kelas D Mini sebanyak 11 ekor, kelas E 53 ekor, kelas E 2, 38 ekor dan kelas E super sebanyak 10 ekor kuda.

Felix juga mengatakan, selain memperebutkan piala bupati, juga pacuan kuda ini untuk mempertahan dan melestarikan budaya sebagai aset Negara untuk generasi penerus di masa yang akan datang. Palapang Njara ini juga untuk mempromosikan budaya dan dapat menarik para wisatawan untuk lebih banyak lagi berkunjung ke Sumba Timur.

Felix juga juga mengatakan, pihaknya sebagai panitia pelaksana sangat tegas dan transparan selama berlangsungnya turnamen baik pada garis finish maupun garis Star.

Felix juga meminta kepada para joki/penunggang kuda agar sportif, tidak boleh menggangu atau menghalangi gerak lawan.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, dalam sambutanya sebelum membuka kegiatan itu, mengatakan, palapang njara merupakan perlombaan atau pacuan kuda secara tradisional dan merupakan even rutin yang dilaksanakan pada setiap tahun oleh Pemkab Sumba Timur.

"Ini merupakan even budaya yang kita lakukan sejak dari nenek moyang orang Sumba dan khususnya Sumba Timur. Saya berharap even ini bukan hanya sekedar rutin dilaksanakan, namun harus membawa makna yang lebih besar dari berpacu,"harap Gidion.

Menurut Gidion, melalui pacuan kuda ini harus dikejar aspek budaya, pariwisata, jalan, kebudayaan dan aspek peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pemilik. Sebab melalui even ini banyak transaksi jual beli kuda dengan harga yang sangat bagus, sehingga diharapkan selain even budaya, juga menjadi even pariwisata dan even ekonomi.

"Tahun depan kita akan lakukan lebih kreatif lagi, satu hari sebelum pacuan kita akan lakukan parade bagi semua kuda terdaftar bersama dengan pemiliknya juga berpakian adat Sumba Timur dan semua wajib ikut, kalau yang tidak ikut batal,"kata Gidion.

"Kita juga akan siapkan satu area khusus untuk bursa atau jual beli kuda selama event ini berlangsung tahun depan. Bukan hanya kuda pacu yang jual beli, kuda yang tidak pacu pun silahkan jual beli di area itu, nanti teknisnya dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Pordasi nanti,"tambah Gidion.

Terkait parade kuda pacu, kata Gidion, akan dinilai perkelas, yang terbaik 1,2 dan 3 perkelas akan diberikan hadiah.

Menurut Gidion, rancangan ini untuk memberikan maanfaat besar bagi ekonomi masyarakat dan dapat menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung ke Sumba Timur. Sebab sejauh ini belum maksimal memberikan dampak ekonomi maupun pariwisata melalui pacuan kuda itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved