Manajemen PLN NTT Sebut Penilaian Gratifikasi LPPN RI Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Manajemen PLN NTT sebut penilaian gratifikasi LPPN RI tidak sesuai fakta lapangan

Manajemen PLN NTT Sebut Penilaian Gratifikasi LPPN RI Tidak Sesuai Fakta Lapangan
Pos kupang.com/Yen
PLN -- Petugas PLN, tengah mengerjakan Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). 2 Lampiran 

Manajemen PLN NTT sebut penilaian gratifikasi LPPN RI tidak sesuai fakta lapangan

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Manajemen PLN Unit Induk Wilayah NTT menyayangkan penilaian pihak Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) RI soal dugaan gratifikasi Proyek pemasangan jaringan listrik oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oesao. Penilaian tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

Pihak PLN selama ini berusaha untuk membantu masyarakat di pelosok bisa menikmati listrik.

Upaya yang dilakukan PLN menghadirkan PT Alinka Utama Karya sebagai mitra MCB ON, dimaksudkan untuk mensosialisasikan mekanisme Penyambungan Baru Listrik , Migrasi pelanggan Sehen ke Pelanggan Regular ( yang menggunakan kWh meter) serta wewenang dan batas tanggung jawab PLN dan pelanggan.

Sebanyak 421.031 Ternak Babi di Kabupaten Kupang Terancam Terserang Flu Babi Afrika

Instalasi yang terpasang pada rumah pelanggan merupakan tanggung jawab pemilik rumah/pelanggan.

PLN bertanggung jawab dari Jaringan PLN, Sambungan Rumah sampai pada Meteran ( kWh meter ) yang terpasang pada rumah pelanggan.

Perlu diketahui bahwa kWh meter adalah milik PLN yang dipasang dirumah pelanggan sebagai alat ukur untuk mengetahui berapa besar listrik yang dipakai oleh pelanggan dan ada nomer identitas pelanggan yang tercatat pada sistem dan tidak boleh dipindah tangankan apalagi dijualbelikan.

Bupati Kupang Wanti-wanti Warga Waspadai Bahaya Penyakit African Swine Fever

Perlu disampaikan jika pelanggan mengajukan pasang baru listrik, biaya yang dibayarkan pada PLN bukan untuk pembelian meteran listrik tapi membayar Biaya Penyambungan.

Penegasan ini disampaikan Manager Komunikasi pada PLN UIW NTT, Soelistyoadi Nikolaus, kepada POSKUPANG.COM, Selasa (8/10/2019). Penjelasan ini untuk meluruskan soal pernyataan Penanggungjawab Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) RI Provinsi NTT.

Dikatakannya, terhadap informasi dugaan gratifikasi di lingkup PLN, pihaknya perlu meluruskan agar tidak membias.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved