Head Line News Hari Ini

Siswi Hamil Akibat Kekerasan Seksual, Mawar: Saya Tetap Sekolah, Mau Jadi Guru

Keluarga bersyukur sebab pihak sekolah juga memberikan support agar VMN tetap tegar dan semangat untuk sekolah.

Siswi Hamil Akibat Kekerasan Seksual, Mawar: Saya Tetap Sekolah, Mau Jadi Guru
ilustrasi
Ilustrasi siswi SMA 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kehamilan tidak diinginkan sering menimpa pelajar perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hamil karena menjadi korban kekerasan seksual (pemerkosaan) dan atau seks sebelum nikah. Pihak sekolah lantas melakukan penertiban dengan mengeluarkan siswi yang hamil. Alasannya, pelajar melanggar norma, etika serta aturan sekolah.

Di Kota Kupang, VMN (17) justru tetap masuk sekolah meski hamil. Siswi salah satu SMA ini dicabuli hingga hamil oleh DT. VMN sudah melahirkan bayi hasil hubungannya dengan DT, pada Agustus 2019.

VMN menuturkan, ia mengenal pelaku sejak masih berstatus pelajar SMP. Keduanya menjalin hubungan pacaran. Ia terbuai rayuan pacarnya, termasuk janji DT akan bertanggung jawab. Setelah hasil pemeriksaan menyatakan VMN hamil, DT malah kabur.

GAWAT! Virus Demam Babi Afrika Ancam NTT, Menyebar dari Timor Leste, Kenali Gejalanya

"Dia (pelaku) bilang akan bertanggung jawab. Tapi saat saya hamil dia lari, sudah tidak ada kabar sampai saat ini," tutur VMN saat ditemui di kediaman orangtuanya, Jumat malam (4/10/2019)

VMN mengaku bingung karena telah menjalin hubungan melebihi batas hingga hamil. Perasaannya semakin berkecamuk saat menyadari dirinya masih pelajar dan masih mau melanjutkan pendidikan. Ibu kandungnya, YG hadir sebagai penyemangat dan terus memberikan support. "Yang buat saya kuat karena dukungan dari orangtua," ucap VMN.

Kehamilan VMN diketahui pihak sekolah. Orangtuanya dipanggil menghadap. Keluarganya bersyukur sebab sekolah juga memberikan support agar VMN tetap tegar menjalani persoalan itu dan semangat untuk sekolah.

Megawati Buang Muka ke Surya Paloh, Ketum Nasdem Sebut Jokowi Bisa Dimakzulkan, Ada Masalah?

Menurutnya, para guru dan rekan sekelasnya tetap memberikan dukungan.
Ia juga kerap menerima cibiran dari orang lain. Namun dia telah menyiapkan mental. "Saya hanya dengar saja, anggap biasa karena saya mau sekolah dan kalau sudah tamat nanti bisa kerja lagi bantu mama."

Meski pihak sekolah memberi dukungan, VMN justru memutuskan pindah sekolah. Niat itu ia utarakan kepada ibunya dan disetujui. Menurutnya, hal itu dilakukan karena ingin menjaga nama baik sekolah. "Saya diminta untuk tetap sekolah di sekolah lama, tapi saya yang ingin pindah ke sekolah lain untuk menjaga nama baik sekolah. Bukan karena perasaan malu," katanya.

Ibunda VMN, YG membenarkan anaknya sudah pindah sekolah. "Saya lihat anak saya rindu untuk sekolah makanya saya dukung dia, ada juga yang omong bilang dia jangan sekolah tapi saya tetap sekolahkan demi masa depannya," katanya.

Megawati Soekarnoputri Buang Muka, Surya Paloh: Kalau Tidak Gatal Gak Usah Digaruk, Maksudnya?

Menurut YG, perpindahan anaknya dimaksudkan agar VMN tetap semangat dan tidak terbeban atas persoalan. Ia berterima kasih karena pihak sekolah sebelumnya memberikan perhatian dan support anaknya hingga mengizinkan untuk pindah sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved