Masyarakat Woloede Kirim Surat Aduan Kepada Kajari Ngada
perbandingan tidak jelas selanjutnya dibagi bagikan sepanjang jalan yang akan dikerjakan, sehingga kualitas rabat beton sangat diragukan.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
"Menurut kami masyarakat, sangat keliru jika dinas PUPR mengatakan bahwa dengan melakukan beberapa peralihan item pekerjaan untuk menambah panjang rabat beton yang akan dikerjakan sehingga dapat memenuhi kerinduan masyarakat akan kehadiran infrastruktur jalan adalah tidak benar karena Pemerintah Kabupaten Nagekeo wajib membangun infrastruktur termasuk Jalan Sawu Mulakoli ( Segmen Woloede Mulakoli )," jelasnya.
Ia mengaku bahwa pengerjaan rabat beton pada waktu peragaan dengan perbandingan campuran material semen : Kerikil 2/3 : Pasir = 1:3:3, namun pada pelaksanaannya kerikil 2/3 dan pasir dicampur pada satu lokasi menggunakan eksavator dan perbandingan tidak jelas selanjutnya dibagi bagikan sepanjang jalan yang akan dikerjakan, sehingga kualitas rabat beton sangat diragukan.
"Juga kami sampaikan bahwa jalan Sawu Mulakoli segmen Sawu Lodaolo yang dikerjakan rabat beton hanya bertahan setahun saja dan selanjutnya rusak. Kami masyarakat Desa Woloede mohon kepada Kepala Kejaksaan Negri Bajawa untuk secepatnya menyelidiki proyek pengerjaan rabat beton tersebut. Demikian surat aduan kami, Atas perhatian diucapkan limpah terima kasih," ujarnya.
• SMK-PP Negeri Kupang Gelar Sosialisasi Kegiatan Karya Tulis Ilmiah
• BREAKING NEWS : Dua Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Embung Nimasi TTU Diserahkan ke Kejaksaan
Surat tersebut ditandatangani oleh kurang lebih 18 orang warga masyarakat diantaranya, Yosef Mola, Marianus Nate, Theodosius Gelu, Dominikus Lado, Ambrosius Meo, Kasimirus Sido, Nikolaus Nuka, Stanislaus Meo, Flavianus Bule, Hubertus Bule, Yohanes Biku, Primus Witu, Petrus Raga, Blasius Pea, Adrianus Mosa, Natalis Mere, Urbanus Feto. Nikodemus Puli.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penumpukan-material-di-ruas-jalan-sawu-mulakoli-segmen-woloede.jpg)