Selasa, 19 Mei 2026

Internasional Terkini

Trump Disebut Makin Frustrasi Hadapi Iran

Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya menghadapi Iran.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/REUTERS
Presiden AS Donald Trump disebut frustasi soal perang Iran. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi menghadapi Iran yang ternyata tak langsung takluk usai digempur habis-habisan Amerika Serikat sejak 28 Februari. Kini Iran juga tidak tunduk soal negosiasi untuk mengakhiri perang.

Sejumlah pejabat AS tangan kanan Trump mengatakan sang presiden kini lebih serius mempertimbangkan melancarkan operasi tempur besar lagi dibanding mencari jalan keluar agar Iran mau menyepakati proposal perundingan damai, menurut CNN.

Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya menghadapi Iran.

Sebagian pejabat mendorong pendekatan yang lebih agresif, termasuk serangan terarah untuk semakin melemahkan posisi Teheran. Sementara itu, pejabat AS lainnya masih ingin memberikan kesempatan lebih besar dalam memaksimalkan perundingan dan dialog.

Baca juga: Usai Puji Jinping, Rombongan Trump Buang Barang dari China

Banyak orang dalam lingkaran dekat Trump juga menginginkan upaya diplomasi lebih dimaksimalkan lagi, terutama meminta mediator Pakistan lebih tegas dalam berkomunikasi dengan Iran.

Beberapa pejabat bahkan mempertanyakan apakah Islamabad benar-benar menyampaikan ketidakpuasan Trump terhadap jalannya perundingan secara agresif kepada Teheran.

Dua sumber mengatakan kepada CNN bahwa sebagian pejabat pemerintahan percaya Pakistan telah menyampaikan versi posisi Iran yang lebih positif kepada AS dibanding realitas sebenarnya.

Trump sendiri dalam beberapa pekan terakhir cenderung memilih pendekatan diplomasi, dengan harapan kombinasi negosiasi langsung dan tekanan ekonomi dapat membuat Iran menyetujui kesepakatan. Akan tetapi, Teheran hampir tidak mengubah posisinya sejak Trump mengumumkan gencatan senjata pada April lalu.

"Yah, saya melihatnya, dan kalau saya tidak suka kalimat pertamanya, langsung saya buang," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada Jumat ketika ditanya soal proposal terbaru Iran.

Namun karena Iran dinilai tidak menunjukkan keinginan meninggalkan sikap kerasnya, Trump semakin kehilangan kesabaran.

Menurut sumber-sumber CNN, Trump sangat terganggu dengan situasi Selat Hormuz yang masih diblokade dan di bawah kendali Iran sepenuhnya.

Respons terbaru Iran terhadap proposal AS, serta retorika Teheran dalam beberapa hari terakhir, juga membuat banyak pejabat mempertanyakan keseriusan Iran untuk mencapai kesepakatan.

"Presiden Trump memiliki semua opsi yang tersedia. Namun preferensinya selalu diplomasi," kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly kepada CNN dalam sebuah pernyataan.

"Amerika Serikat memiliki daya tekan maksimal terhadap rezim tersebut, dan Presiden hanya akan menerima kesepakatan yang melindungi keamanan nasional negara kami."

Di lingkaran Trump juga muncul urgensi yang semakin besar untuk segera mengakhiri konflik seiring mendekatnya pemilu sela. Perang ini disebut telah berdampak signifikan terhadap tingkat kepuasan publik kepada Trump karena para pemilih merasakan tekanan ekonomi, sementara Partai Republik khawatir akan menanggung dampaknya pada November nanti.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved