Masyarakat Woloede Kirim Surat Aduan Kepada Kajari Ngada

perbandingan tidak jelas selanjutnya dibagi bagikan sepanjang jalan yang akan dikerjakan, sehingga kualitas rabat beton sangat diragukan.

Masyarakat Woloede Kirim Surat Aduan Kepada Kajari Ngada
POS KUPANG/ISTIMEWA
Penumpukan material di ruas jalan Sawu - Mulakoli segmen Woloede Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Rabu (18/9/2019). 

Masyarakat Woloede Kirim Surat Aduan Kepada Kajari Ngada di Bajawa

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Masyarakat Desa Woloede Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, mengirim surat aduan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Ngada di Bajawa.

Aduan itu tentang proyek peningkatan jalan Sawu Mulakoli, segmen Woloede-Mulakoli.

Menurut warga proyek tersebut memiliki kejanggalan yang sangat merugikan dan banyak yang tidak masuk akal sehat.

"Kami masyarakat Desa Woloede mengadu kepada Kepala Kejaksaan Negeri Ngada di Bajawa karena telah terjadi kejanggalan dalam pengerjaan proyek Rabat beton pada jalan Sawu Mulakoli ( segmen Woloede Mulakoli ) dengan anggaran senilai Rp 848.705.729,33," ungkap perwakilan masyarakat Desa Woloede, Yosef Mola, dalam surat tembusan yang diterima wartawan di Mbay, Senin (7/10/2019).

Menurut Yosef dalam penjelasan Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo kepada DPRD Nagekeo di kantor DPRD Nagekeo pada tanggal 18 September 2019, yang dijelaskan oleh PPK Bidang Bina Marga Program Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Nagekeo ( Fransiskus Jogo ) beserta Konsultan Pengawas CV. Rancang Indah ( Alvin ) sangat tidak masuk akal dan terlihat ada konspirasi dengan pihak ketiga ( Kontraktor CV. Tisan ) dalam pengerjaan proyek rabat beton tersebut.

Hal ini dapat kami masyarakat jelaskan sebagai berikut, bahwa penyiapan badan jalan tidak perlu dilakukan dengan alasan bahwa jalan tersebut telah dilakukan pengerasan jalan ( telford ); dapat kami masyarakat jelaskan bahwa pernyataan Dinas PUPR Nagekeo adalah tidak benar sebab yang telah dilakukan pengerasan jalan (telford) hanyalah sepanjang ± 100 meter saja dan yang sisanya belum ada pengerasan jalan.

"Maka kami masyarakat menuntut agar tetap melakukan pengerasan jalan (telford) sepanjang 861 meter karena tanah pada lokasi tersebut sangat labil," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa urugan pilihan (urpil) bahu jalan tidak perlu dilakukan dengan alasan lebar jalan maksimal 3,5 meter saja dan sebelah jalan terdapat jurang; dapat kami masyarakat jelaskan bahwa pernyataan Dinas PUPR Nagekeo adalah tidak benar.

Sebab jalan Sawu Mulakoli ( segmen Woloede Mulakoli ) sejak 35 tahun yang lalu dikerjakan melalui Program ABRI Masuk Desa ( AMD ) Manunggal 10 pada tahun 1982 yang berlokasi di Aebowo dan telah diperlebar pada tahun ± 1998 oleh CV. Sayang Indah pada segmen Woloede Mulakoli sepanjang 5 Kilometer.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved