BREAKING NEWS: Menghina Bupati Tahun Lewat Facebook, Fridus Dibekuk Polisi dari Polres TTS

BREAKING NEWS: Menghina Bupati Tahun Lewat Facebook, Wilfridus Banunaek alias Fridus Dibekuk Polisi dari Polres TTS

BREAKING NEWS: Menghina Bupati Tahun Lewat Facebook, Fridus Dibekuk Polisi dari Polres TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

BREAKING NEWS: Menghina Bupati Tahun Lewat Facebook, Wilfridus Banunaek alias Fridus Dibekuk Polisi dari Polres TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Wilfridus Banunaek alias Fridus (23) dibekuk tim Buru sergap (Buser) Polres Timor Tengah Selatan (TTS) dibawah pimpinan Bripka Yulius Halla, Rabu (2/10/2019) malam di rumahnya di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan.

Fridus Dibekuk akibat memberikan komentar bernada hinaan kepada Bupati TTS di media sosial Facebook.

Pelaku yang memiliki acun Facebook Fridus Banunaek mengomentari pemberitaan media online yang terposting di grup Facebook pemuda TTS dengan judul “Judi Dimana-mana, Bupati TTS Akan Surati Camat, Lurah dan Kepala Desa”.

Lomba Pacuan Kuda Rebut Piala Dekan Fapet Undana, Ini Jumlah Kelas yang Dilombakan Hari Pertama

Dalam komentarnya pelaku menulis, " larang orang jual alkohol, hoe fafi kalau berani pi dia punya pabrik sekalian jangan rakyat kecil yang lu tindas" tulia pelaku di kolom komentar.

Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto DS., Sik yang dikonfirmasi pos kupang.com melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH.,MH Kamis (3/10/2019) siang membenarkan informasi penangkapan pelaku tindak pidana penghinaan terhadap Bupati tersebut.

Pendaftaran CPNS 2019 Akan Dibuka Akhir Oktober, Simak Jumlah Formasinya, Daftar di sscas.bkn.go.id

Pelaku ditangkap karena telah memposting kata-kata yang mengandung unsur penghinaan terhadap Bupati TTS Eppy Tahun di grup facebook Pemuda TTS pada Sabtu, 28 September 2019 sekira pukul 20.00 Wita lalu.

Screen shot komentar pelaku dikirimkan langsung Bupati TTS, Egusem Piether Tahun kepada pihak kepolisian.
" Kita dapat screen shot komentar pelaku dari Pak Bupati. Setelah kita pelajari, komentar tersebut diduga kuat menghandung unsur penghinaan," ungkap Jamari.

Mendapat informasi tersebut lanjutnya, aparat kepolisian langsung bergerak guna melacak keberadaan pelaku. Dari hasil penelusuran diketahui pelaku berada di Desa Fenun.

“Setelah kita memastikan pelaku benar merupakan warga Fenun dan sedang berada di rumah, tim Buser langsung kita terjunkan untuk menangkap pelaku. Pelaku berhasil dibekuk tanpa perlawanan," urai Jamari.

Pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana selama 4 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 750.000.000.

Jamari menghimbau kepada masyarakat pengguna sosial media untuk bijak dalam menggunakan sosial media. Masyarakat diminta untuk tidak menggunakan kata-kata makian, atau menghina orang lain dengan menggunakan kata-kata binatang serta tidak memposting foto atau kalimat yang berbau pornografi.

Media sosial hendaknya digunakan untuk memperluas jaringan, berbagi informasi, media promosi dan aneka kegiatan positif lainnya.

" Hati-hati, gunakan jarinya dengan bijak ketika bersosial media. Karena jika tidak bijak maka bisa tersangkut masalah hukum," ingatnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved