Krisis Air
Pemprov NTT Stop Pasok Air Tilong, Warga 14 Kelurahan Alami Krisis Terparah, Petani Menjerit
Distribusi air bersih untuk masyarakat terganggu. Pasokan air irigasi untuk persawahan juga terkendala.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Alfons Nedabang
Stop Distribusi
Penurunan debit air Bendungan Tilong berdampak pada penghentian sementara distribusi air bersih untuk warga Kota Kupang. Selain berkurang, air berubah warna menjadi kuning kehijauan.
• Ini Harapan Masyarakat Terhadap 17 Wakil NTT di Senayan Jakarta
Pelaksana Tugas Dirut PDAM Kabupaten Kupang, Lobrik Saubaki melalui Kepala Divisi Pelanggan, Ina Bubu mengakui debit air Bendungan Tilong mengalami penurunan drastis. Akibatnya, untuk sementara distribusi air untuk pelanggan dihentikan.
"Memang betul untuk air dari Tilong kondisinya sangat keruh. Debitnya juga turun. Saya sendiri yang menjadi pelanggan sudah tiga pekan ini beli air tangki. Kita mau bagaimana karena kondisi alam demikian," ujar Ina saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2019).
Dia tidak bisa memastikan kapan pasokan air bersih kembali normal. Apalagi, saat ini air berwarna kuning kehijau-hijauan.
• Raffi Ahmad Saksi Ashanty & Anang Hermansyah Berdebat Soal Syahrini, Ini Reaksi Suami Nagita Slavina
Hal senada disampaikan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Kota Kupang, Marius Romy Seran. "Kami belum tahu penyebabnya apa. Tetapi kami menduga kalau debit airnya sudah berkurang, tersisa sekitar 2 juta meter kubik saja," sebut Romy saat ditemui di Kupang.
Menurut Romy, pihaknya sudah menyurati Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mencari tahu penyebab dari penutupan pasokan air dari Bendungan Tilong. "Saat ini PDAM kehilangan potensi pendapatan sebesar 30 persen terkait dengan penghentikan suplai air baku dari Tilong," kata Romy.
Menurut Romy, pihaknya terpaksa menjadwal ulang pasokan air bersih bagi warga di Kota Kupang dari setiap hari menjadi 3 kali dalam sepekan.
• Diam-diam Reino Barack Kenang Luna Maya Eks Ariel NOAH Saat Liburan Bareng Syahrini, Ini Buktinya!
Kualitas Air
Pada Agustus 2019 lalu, lanjut Romy, pihaknya sudah menyampaikan keluhan konsumen menganai kualitas air yang bersumber dari Bendungan Tilong. Warga mengeluh air keruh.
PDAM Kota Kupang, lanjut Romy, meminta BLUD SPAM NTT agar segera memperbaiki kualitas air. "Kami komplain ke mereka, karena kita juga pelanggan. Berdasarkan fakta yang ditemukan oleh warga bahwa air dari Tilong itu keruh dan berwarna kekuningan," ungkapnya.
Pihak BLUD SPAM, kata Romy, meminta waktu untuk melakukan treatmen khusus untuk memperbaiki kualitas air.
• Eurico Guterres: Timor Timur Lepas Bukan Salah Habibie
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maksi Nenabu mengatakan, pihaknya melalui BLUD SPAM terus berupaya membenahi kualitas air Bendungan Tilong sehingga layak dikonsumsi konsumen.
"Memang beberapa waktu lalu, air ini keruh, tapi BLUD SPAM sedang berupaya untuk mengatasi kekeruhan yang terjadi," kata Maksi saat dikonfirmasi Jumat (27/9/2019).
Menurut Maksi, kekeruhan terjadi karena debit airnya berkurang. Selain itu karena endapan-endapan yang ada sudah terserap sehingga mempengaruhi warna air.
• Senator Muda NTT Angelus Wake Kako Komitmen Jadi Jembatan Kepentingan Daerah di Pentas Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bendungan-tilong-yang-debitnya-menu.jpg)