Head Line News Hari Ini
Eurico Guterres: Timor Timur Lepas Bukan Salah Habibie
Pak Habibie hanya orang yang terpaksa menggenggam bara api yang dibakar oleh orang lain
Penulis: Gecio Viana | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tokoh Pro Integrasi Timor Timur, Eurico Guterres mengatakan, persoalan Timor Timur (sekarang Republik Demokratik Timor Leste) lepas dari pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan dosa dan salah Presiden ketiga RI, BJ Habibie.
"Saya pribadi sudah tidak pernah mengungkit masa lalu, terlepasnya Timor Timur bukan dosa Habibie pribadi. Bukan salah Habibie sendiri," tandas Eurico saat dihubungi Kamis (12/9/2019).
Mantan Komandan Milisi Aitarak-Dili ini diminta tanggapannya mengenai sosok Habibie dimata para pejuang eks Timor Timur. "Jangan lempar kesalahan kepada Pak Habibie semata dan seluruhnya. Pak Habibie hanya orang yang terpaksa menggenggam bara api yang dibakar oleh orang lain," ucap Eurico.
Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Rabu (11/9/2019). Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, pukul 18.05 WIB.
Jenazah Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). Kubur Habibie bersebelahan dengan istrinya, almarhum Bu Ainun. Habibie dan Ainun menempati slot nomor 120-121 di TMP Kalibata.
Eurico mengatakan, Habibie tertimpa persoalan Timor Timur yang telah menumpuk sebelumnya pada saat itu. "Pak Habibie dihadapkan pada pilihan yang cukup berat, dan keputusannya Pak Habibie melepaskan Timor Timur dari Ibu Pertiwi dinikmati bersama," katanya.
Eurico mengatakan, banyak yang mendukung dan merasakan manfaat dari keputusan Habibie soal Timor Timur. Secara umum, masih banyak warga eks Timor Timur yang sampai saat ini masih belum menerima terpisahnya Timor Timur dari Indonesia.
"Mereka menilai pada saat itu Habibie membuat keputusan yang keliru. Tetapi sebagian besar juga sudah menerima hal tersebut. Dan itu memang kenyataannya."
• Mangkir Pemeriksaan Pasca Dicegah KPK, Di Mana Mekeng?
Menurut Eurico, tidak baik jika terus-menerus menyalahkan orang yang sudah meninggal. Apalagi, keputusan yang diambil pada saat itu adalah keputusan yang memang sangat dilematis bagi seorang kepala negara.
Eurico mengaku sudah mengenal lama Habibie. Ia beberapa kali ke Parepare, Sulawesi Selatan (tempat kelahiran Habibie). Saat perjuangan mempertahankan Timor Timur, Eurico sering berdiskusi bersama Habibie.
Dia menilai Habibie sebagai orang hebat. "Secara pribadi saya menilai beliau adalah orang yang hebat. Saya mengenal Pak Habibie juga sebagai seorang yang jenius bagi bangsa ini. Orang seperti ini jarang lagi ditemukan saat ini," sebutnya.
• Najwa Shihab Bongkar Kisah Cinta Habibie dan Perempuan Cantik Sebelum Nikahi Ainun,Tak Hanya Ilona?
Eurico turut berduka cita karena bangsa kehilangan seorang pemimpin besar yang genius dan tulus memberi yang terbaik kepada Indonesia.
"Sebagai anak bangsa, saya turut berduka cita. Selamat jalan Pak Habibie, kami warga negara Indonesia eks Provinsi Timor Timur tidak akan pernah lupa jasa besarnya kepada negara dan bangsa ini. Kami berdoa semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah," ucap Eurico.
Sementara itu Mantan Juru Bicara Pro-Otonomi, Florencio Mario Vieira mengatakan, peran Habibie sangat penting dalam sejarah Timor Timur melalui keputusan tentang jajak pendapat.
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu 14 September 2019, Sagitarius Campur Aduk, Leo Fokus, Taurus Arogan
"Keputusan Habibie melaksanakan jajak pendapat di Timur Timur bagi pihak pro-kemerdekaan pasti gembira, sedangkan yang pro-Indonesia pasti merasa kecewa. Tetapi sebagai warga Timur Timur pro-NKRI yang menetap di Indonesia pasti memaafkan dan mendoakan almarhum," ujar Mario Vieira di Kupang, Kamis kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/eurico-guterres.jpg)