Wagub Nae Soi Tegaskan NTT Tidak Miskin
Pejabat Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menegaskan, provinsi NTT tidak tidak miskin.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pejabat Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menegaskan, Provinsi NTT tidak tidak miskin.
Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia NTT sangat kaya. NTT kurang aksesbilitas saja seperti infrastruktur yang masih sangat kurang, sarana dan prasarana yang belum memadai.
"Kita belajar untuk hidup. Jadi belajarlah terus menerus. Kita listrik belum ada, on line juga, wifi aja gak ada. Harusnya infrastruktur. Sarana dan prasarannya harus dipenuhi," ungkap Wagub Josef, saat Bincang Kebijakan Literasi saat Penutupan Festival Literasi di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Senin (30/9/2019).
• Peringati Bulan Kita Suci, SMA Negeri 1 Mauponggo Adakan Lomba, Berikut Liputannya!
Wagub Josef menyampaikan apresiasi kepada Pemda Nagekeo yang sudah menggelar even festival literasi.
" Literasi kami ini sangat luar biasa. Sekarang mau mengangkat kembali itu. Mindset kami harus berubah. Muaranya kesejahteraan masyarakat. Di NTT masih tinggal digerakan harus gemar membaca. Masih banyak kekurangan prasarana dan sarananya," ujar Wagub Josef.
• Fauzi Kecewa Aliansi Mahasiswa Lakukan Aksi Ganggu Pelayanan BPJS Kesehatan
Sementara itu, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengatakan, visi yang digalakan adalah membangun Nagekeo sejahtera, nyaman dan bermartabat.
"Setelah saya mengamati dari Kabupaten induk dan ini tahun ke tiga belas. Butuh sebuah wadah, media yang akan memyambut itu.
Kita lapisan terdidik makin tebal. Hanus ada panggung buat yang terdidik mendapatkan nafka. Dan itu masih sangat terbatas," ujar Bupati Don.
Ia mengatakan even literasi menggali potensi msyarakat yang sudah hilang puluhan tahun lalu.
Ini membuka isolasi berpikir masyarakat bahwa literasi harus digalakan disegala bidang.
Sahabat Duta Baca Indonesia,
Alvin Adam, mengatakan, Nagekeo kaya akan budaya, adat dan istiadat.
"Ini pembelajaran terbaru kain ditiap daerah berbeda-beda. Saya sangat menikmati sekali. Saya jujur dan saya melihat betapanya banyak corak kain di NTT. Saya bangga sekali. Kita bicara literasi, kita juga bicara literasi kain. Buat saya belajar sampai kapanpun. Mereka harus betul mengolah apa yang dia miliki," papar Alvin Adam. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)