Selasa, 19 Mei 2026

VIDEO: Sekali Panen, Petani Syalom di TTS Raup Jutaan Rupiah. Tonton Videonya

VIDEO: Sekali Panen, Petani Syalom di TTS Raup Jutaan Rupiah. Kelompok tani tersebut merupakan binaan Yayasan Tangan Pengharapan (YTP).

Tayang:
Penulis: Dion Kota | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Sekali Panen, Petani Syalom di TTS, Raup Jutaan Rupiah. Tonton Videonya

POS-KUPANG.SOE – VIDEO: Sekali Panen, Petani Syalom di TTS, Raup Jutaan Rupiah. Tonton Videonya

Kelompok Tani Syalom di Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memanen aneka sayur yang dibudidayakan di atas lahan kering sekitar 30 are.

Dari panen perdana di atas lahan yang relative kecil itu, kelompok tani itu diperkirakan meraup uang jutaan rupiah.

VIDEO: Pemerintah NTT Dukung Jokowi dan Wapres Maruf Amin Pimpin Indonesia. Tonton Videonya

VIDEO: Nusa Tenggara Timur Masuk Kategori Kritis Air. Simak Videonya

VIDEO: Nusa Tenggara Timur Masuk Kategori Kritis Air. Simak Videonya

Panen sayur-sayuran tersebut, dihadiri Kepala Desa (Kades) Nasi, Markus Tafuli dan Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Tangan Pengharapan (YTP) TTS, Riki Nelson Mboru, serta pegawai dari Dinas Pertanian dan anggota kelompok tani tersebut.

Ketua Kelompok Tani Syalom, Semi Soinbala, mengatakan, kelompok tani tersebut merintis usaha pertanian sejak tahun 2017 lalu.

Dalam menggeluti usaha pertanian tersebut, kelompok tani Syalom didampingan oleh manajemen Yayasan Tangan Pengharapan.

Pada tahap awal, lanjut dia, pihaknya baru mengelola lahan sekitar 30 are. Di atas lahan tersebut, ditanami aneka sayuran, tomat dan lombok.

Untuk menyukseskan usaha tersebut, manajemen Yayasan Tangan Pengharapan memberikan pelatihan sekaligus bantuan bibit untuk mulai bercocok tanam.

VIDEO: Alami Kekerasan, Anak SD di Kupang Ungkapkan Suara Hati Mereka. Simak Videonya

VIDEO: Ibu, Anak dan Cucu, Tewas Bersamaan Akibat Racun Ikan Buntal. Intip Videonya

VIDEO: Racun Ikan Buntal 10.000 Kali Lebih Berbahaya Dari Zat Zianida. Simak Videonya

Sesuai rencana, lanjut dia, tahun 2020 mendatang, kelompok tani tersebut akan memperluas lahan usaha pertanian dari 30 are menjadi 1 hektare.

"Atas bantuan Yayasan Tangan Pengharapan, kami sepuluh orang anggota Kelompok Tani Syalom ini, bisa menjadi petani yang profesional dan mandiri,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, Kelompok Tani Syalom juga mendapatkan bantuan dana dari pemerintah desa untuk pengembangan usaha pertanian tersebut.

“Dari perhatian itu, baik dari pemerintah desa maupun Yayasan Tangan Pengharapan, kami semakin optimis bisa memperluas area lahan usaha ini dari 30 are menjadi 1 hektare" ungkap Semi.

Ketika disinggung soal hasil panen kali ini, Semi mengaku, untuk panen kali ini, dari sayur kol saja, Kelompok Tani Syalom bisa meraup uang minimal Rp 10 juta.

Sedangkan untuk tomat, lebih dari Rp 3 juta. Itu belum termasud sayur kangkung, pare dan cabai, yang sebentar lagi akan panen.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved