Dua Kantor Dinas di Ngada Beri Pelayanan dalam Tenda Darurat, Berikut Penjelasannya!
Dua kantor dinas di Ngada beri pelayanan dalam tenda darurat, berikut penjelasannya
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Dua kantor dinas di Ngada beri pelayanan dalam tenda darurat, berikut penjelasannya
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Ngada membangun dua unit tenda darurat untuk pelayanan kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada.
Informasi yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa (24/9/2019) menyebutkan bahwa terpaksa pelayanan harus dilakukan ditenda darurat karena masih menunggu penentuan ruangan pelayanan sementara oleh Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa.
• Soal KPK Hambat Investasi, Moeldoko Akhirnya Jelaskan Maksud Ucapannya
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Fransiskus Wogha, mengatakan untuk sementara aktivitas perkantoran dilakukan di tenda dengan fasilitas adanya sebelum mendapat tempat baru yang akan ditentukan Bupati Ngada.
Fransiskus mengatakan pada dinas yang ia pimpin ada beberapa barang yang dapat diselamatkan seperti meja dari 18 meja ada 13 terselamatkan.
• Simak Cerita Pedagang Buah yang Bagikan Jeruk dan Apel kepada Mahasiswa Demonstran di Yogyakarta
Selain itu beberapa buah komputer dan SPJ bendahara yang tersimpan di dalam brankas berkas-berkas dapat diselamatkan.
Lima meja yang tidak dapat di selamatkan adalah meja yang berada di ruang sekretaris di mana tempatnya agak sedikit jauh dan ketika hendak diselamatkan api sudah menjalar pada ruangan sekretaris sehingga masyarakat yang membantu tidak berani menyelamatkannya.
Ia mengaku dirinya juga berupaya menyelamatkan barang-barang dalam kantor tersebut bersama masyarakat karena saat kejadian dirinya memang berada di Gereja Santo Yoseph Bajawa yang tidak terlalu jauh dari kantor yang terbakar.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ngada Paulus Soliwoa yang begitu luar biasa membantu berjuang memadamkan api juga berupaya agar api tidak merambat ke Kantor Dinas Pendidikan dan SMAN I Bajawa.
Kepada Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono serta segenap pimpinan organisasi perangkat daerah dan masyarakat yang bahu membahu membantu pihaknya juga dirinya menyampaikan terima kasih.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, mengatakan, secara adat budaya orang Ngada bahwa, tempat yang sudah terbakar atau pun sudah terkena api tidak digunakan lagi.
Harus dilakukan dengan upacara adat sehingga juga nantinya akan berkoordinasi.
Vinsensius mengatakan Kantor Dinas Pendidikan memang tidak terlalu parah namun karena amukan api sempat mengenai ruang kerjanya sehingga terdapat bekas terbakar yang cukup luas.
"Masyarakat juga pada saat kebakaran tersebut terpaksa memindahkan barang-barang seluruhnya dari ruang kerjan hingga ruang bendahara dan benar barang dan diletakkan di luar gedung sehingga berserakan untuk itu aktivitas perkantoran juga terjadi di tenda sementara," ujarnya.
Ia menjelaskan bangunan yang terbakar yakni Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga merupakan gedung lama peninggalan program NTT-Pep kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia yang masih bagus.
Bidang Pendidikan Dasar dan ruang Pengawas Sekolah serta bidang perencanaan evaluasi dan pelaporan memang berada dalam gedung Dinas Pemuda dan Olahraga karena di Dinas Pendidikan ketiadaan tempat.
Pihaknya juga menyesalkan tidak terbacanya CCTV karena server yang berada di dalam ruangan kerjanya ternyata memory server tidak menyimpan aktivitas setiap orang yang melaksanakan kegiatan yang terpantau CCTV.
Terkait kasus ini memang sudah dilaporkan ke Polres Ngada sesaat setelah kejadian yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Fransiskus Wogha dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Gregorius Keo.
Atas kesepakatan bersama antara dirinya selaku kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada juga dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngada Fransiskus Wogha serta Kepala SMA Negeri 1 Bajawa Jack Lengi dan telah dilaporkan kepada Bupati ngada Paulus Soliwoa untuk dilakukan upacara adat tolak bala di lokasi kejadian tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)