Siswi SMP Diperkosa

8 Fakta Siswi SMP SoE Diperkosa Tetangga Saat Tidur Pulas, Hamil 6 Bulan hingga Pingsan di Kelas

8 Fakta Siswi SMP SoE Diperkosa Tetangga Saat Tidur Pulas, Hamil 6 Bulan hingga Pingsan di Kelas

8 Fakta Siswi SMP SoE Diperkosa Tetangga Saat Tidur Pulas, Hamil 6 Bulan hingga Pingsan di Kelas
Kolase/ILUSTRASI
8 Fakta Siswi SMP SoE Diperkosa Tetangga Saat Tidur Pulas, Hamil 6 Bulan hingga Pingsan di Kelas 

Beberapa hari kemudian korban kembali diperkosa di semak-semak ketika hendak ke sekolah.

"Dia perkosa saya berkali-kali. Saya malu kakak, makanya tidak cerita siapa-siapa," ungkapnya.

Kasus pemerkosaan ini baru terungkap ketika Bunga pingsan di kelas pada hari Selasa saat mengikuti pelajaran di salah satu SMP di Amanuban Barat.

Korban lalu dirawat oleh gurunya dan saat itu korban diketahui hamil.

Guru korban lalu mengantarkan Mawar ke rumah dan memberi tahu nenek korban jika sang cucu tengah hamil.

7. Ibu Lapor Polisi

Mengetahui hal itu, sang nenek langsung menginformasikan kehamilan korban kepada ibu korban yang tengah bekerja di Oesao.

Sang ibu pun langsung pulang dan melaporkan kasus tersebut ke Polres TTS dan LSM Sanggar Suara Perempuan.

"Korban sudah diperiksa di RSUD SoE pasca kasus ini dilaporkan ke Polres TTS dan ketahui anak saya memang tengah hamil enam bulan," ujar ibu korban.

Sang ibu berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku Yopu Benu guna diproses hukum sesuai aturan hukum yang berlaku.

8. Minta Pelaku Ditahan

Sang Ibu meminta pelaku segera ditangkap dan ditahan.

"Saya minta pak polisi tolong tangkap pelaku yang perkosa anak saya ini. Dia sampai sekarang masih berkeliaran di sini," ujar ibu korban. 

Kronologis Seorang Ayah di Nagekeo Perkosa Anak Tirinya yang Berusia 7 Tahun

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad, SH menjelaskan seorang bocah berusia 7 tahun di Mbay Kabupaten Nagekeo menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tirinya berinisial AS (46).

AKP Ahmad menjelaskan perbuatan AS (46) diduga dilakukan berulang kali ketika sang istri tidak berada di rumah.

Atas perbuatannya tersebut, AS (46) harus mendekam di sel tahanan Polsek Aesesa untuk diproses lebih lanjut.

AKP Ahmad menjelaskan Sabtu (14/9/2019) sekitar pukul 16.00 Wita saat itu ibu dari bocah tersebut pulang dari Majamere, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

"Ibu dari bocah itu mendapatkan laporan dari anaknya bahwa ia selama ini telah disetubuhi oleh AS (46). Dan perbuatan itu pelaku lakukan terakhir kali pada jumat (13/9/2019) sekitar jam 12.00 Wita di rumah miliknya tepatnya di dalam kamar milik anaknya," ujar AKP Ahmad.

"Mendengar itu ibu dari bocah ini bertanya tentang kejadian itu kepada suami tirinya. Namun sang suami menyangkal dan tidak mengakui perbuatan itu. Dan ibu memarahi pelaku dan anaknya," ungkap AKP Ahmad, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (20/9/2019).

"Rabu (18/9/2019), sekitar jam 09.00 Wita saat itu ibu dari bocah tersebut hendak ke sawah di panggil oleh Hendrika Do. Hendrika memberitahu bahwa bocah itu disetubuhi oleh pelaku," ujarnya.

"Mendengar itu, Ibu tersebut menanyakan lagi, kepada anaknya yang mana saat itu anak itu sedang berada di rumah milik Monika Meo. Di hadapan Monika Meo, korban bercerita lagi bahwa benar, ia disetubuhi oleh Pelaku," sambung AKP Ahmad.

AKP Ahmad mengaku bukan hanya disitu tetapi korban juga bercerita kepada ibunya bahwa perbuatan tersebut sudah dilakukan berulang kali. Namun waktunya sudah lupa.

"Atas kejadian tersebut itu ibu dari korban langsung melaporkan kejadian itu di Polsek Aesesa," jelasnya.

Ia mengatakan pelaku sudah ditahan di sel Mapolsek Aesesa guna untuk diproses lebih lanjut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Dion Kota/Gordi Donofan)

Penulis: Dion Kota
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved