News
Gebyar Pilkada Manggarai, Kamelus dan Heri Nabit Sama-sama Mendaftar di PDIP, Viktor Madur Batal
Hingga Sabtu (21/9/2019) pukul 16.00 Wita ada 10 kandidat yang telah mendaftar sejak dibuka tanggal 17 - 21 September 2019.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
"Prosesnya masih lama nanti akan saya beri penjelasan," kata Wabup Madur yang dihubungi per-telepon dari Ruteng, Sabtu (21/9/2019).
Balon lainnya Servas Lawang yang mendaftar detik-detik terakhir menjelang penutupan dan menyerahkan berkas menyatakan kesiapan mengikuti mekanisme yang ada di tubuh PDIP.
"Saya juga akan mendaftar di partai lain guna maju dalam Pilkada Manggarai," kata Servas.
Paul Peos, Ketua DPC PDIP Manggarai menjelaskan, dirinya telah mendaftar sebagai balon bupati dan akan mengikuti proses di tubuh partai.
Anggota DPRD Manggarai ini lebih lanjut menjelaskan, sebagai kader PDIP Manggarai dirinya bertekad maju karena terpanggil membangun Manggarai.
Kornelis Dola, pensiunan ASN di Manggarai Timur yang juga maju dalam Pilkada Manggarai 2020 datang bersama timnya .
"Saya datang mendaftar sebagai bakal calon Bupati Manggarai guna maju dalam Pilkada Manggarai 2020. Saya mau tegaskan kalau ini bukti keseriusan saya maju dalam Pilkada Manggarai dengan datang mendaftar di DPC PDIP Manggarai," papar Kornelis.
Heri Nabit mendatangi Kantor DPC PDIP Manggarai guna mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Manggarai.
"Saya hari ini mendaftar sebagai calon bupati. Hari ini saya datang mendaftar menjadi keraguan publik apakah saya maju atau tidak. Hari ini saya datang mendaftar di PDIP Manggarai sebagai calon bupati," kata Heri.
Heri memastikan dirinya akan mengikuti proses dan mekanisme di PDIP Mangggarai. Dengan pendaftaran ini maka kepastian dirinya maju dalam Pilkada Manggarai 2020 telah ada jawabannya.
Menjawab wartawan bahwa ada informasi yang beredar dirinya mau menjadi wakil Pak Kamelus (Deno Kamelus-Red) dan Pak Victor (Viktor Madur-Red), Heri menegaskan, dirinya mendaftar ke PDIP Manggarai sebagai calon Bupati Manggarai. Namun sebagai kader partai PDIP, dirinya menyerahkan semua proses ke partai.
"Kita bicara realistis saja. Kalau keputusan seperti itu saya menjadi wakil bupati tentunya harus kembali ke saya untuk memutuskan jadi atau tidak. Tetapi yang jelas saya akan mengikuti proses dan dinamika yang ada di partai," kata Heri.
Mengenai sosok wakilnya kalau ia ditetapkan sebagai calon bupati, Heri mengungkapkan sosoknya harus muda atau lebih seumur dengannya. *