Kamis, 16 April 2026

Bupati TTU Harap Peserta Napak Tilas Dapat Mempelajari Sejarah Kota Kefamenanu

Pejabat Bupati TTU harap peserta napak tilas dapat mempelajari sejarah Kota Kefamenanu

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis melepas para peserta napak tilas di Desa Noeltoko, Sabtu (21/2019). 

Pejabat Bupati TTU harap peserta napak tilas dapat mempelajari sejarah Kota Kefamenanu

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Penjabat Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah hadir untuk mengambil bagian dalam kegiatan napak tilas sejarah Kota Kefamenanu.

Menurutnya, partisipasi para peserta adalah bukti bahwa ada antusiasme di kalangan muda TTU untuk menelusuri jejak-jejak sejarah proses berdirinya Kota Kefamenanu.

Ariel Noah Tersenyum Ditanya Penyiar Cantik Kota Kupang, Apa Makna di Balik Lagu Wanitaku

Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi para peserta yang berdampak pada tumbuhnya kesadaran generasi muda untuk mencintai dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan perekembangan Kota Kefamenanu," ujarnya.

Fransiskus juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan napak tilas ini. Kegiatan ini sudah menjadi agenda tetap perayaan HUT Kota Kefamenanu setiap tahun.

Ratusan Peserta Meriahkan Napak Tilas Kota Fefamenanu

"Namun saya berharap ke depan panitia lebih kreatif mengemas kegiatan napak tilas ini dalam bentuk lain sebagai media propaganda bagi masyarakat untuk membuat Kota Kefamenanu menjadi kota yang bersih, sehat, berbudaya dan beradab," ujarnya.

Napak tilas, jelas Fransiskus, berarti berjalan kaki menelusuri jalan yang pernah dilalui seseorang atau sekelompok orang untuk mengenang perjalanan atau sejarah masa lalu. Dalam konteks sejarah Kota Kefamenanu, kegiatan napak tilas ini adalah berjalan kaki menelusuri jejak-jejak perjalanan tentara Belanda dalam mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan markasnya yang kemudian menjadi cikal bakal Kota Kefamenanu.

Lahirnya Kota Kefamenanu, kata Fransiskus bukanlah sebuah proses instan sekali jadi, tetapi melalui sebuah perjalanan panjang yang melelahkan. Secara historis, tercatat bahwa sejarah Kota Kefamenanu dimulai dari Noetoko.

Menurutnya, fakta sejarah ini tak terbantahkan sebab di tempat ini masih terdapat bekas bangunan markas tentara Belanda. Dari Noetoko tentara Belanda kemudian bergerak mencari tempat lain yang lebih strategis untuk mendirikan markas tentara sekaligus menjadi pusat pemerintahan Belanda di bagian tengah Pulau Timor.

Lanjut Fransiskus, berbagai lokasi disinggahi tentara Belanda dalam proses pencarian tempat tersebut dan akhirnya tiba di suatu tempat yang kemudian dinamakan Kefamenanu hingga saat ini.

"Jejak-jejak sejarah inilah yang akan ditelusuri dalam kegiatan napak tilas ini," terangnya.

Fransiskus menjelaskan, kegiatan napak tilas bertujuan mengajak seluruh masyarajat untuk sejenak menengok ke belakang melihat sejarah masa lampau. Namun tidak hanya berhenti pada kenangan sejarah masa lalu.

Fransiskus mengungkapkan, kerasnya perjuangan para serdadu Belanda menemukan tempat yang tepat dan strategis di masa lalu hendaknya mengantar masyarakat untuk merefleksikan kondisi Kota Kefamenanu hari ini dan berpikir untuk merancang masa depan Kota Kefamenanu sebagai warisan untuk anak dan cucu masa depan bangsa.

Fransiskus mengatakan, para peserta yang mengikuti napak tilas akan mengalami secara langsung perjalanan panjang sejarah Kota Kefamenanu. Situasi dan kondisi saat ini memang sudah jauh berbeda dengan kondisi masa lampau, namun melalui napak tilas ini para pesera bisa mendapatkan gambaran bagaimana perjuangan dan pengorbanan para tentara Belanda pada masa lalu.

"Saya berharap berbagai pengalaman dalam menelusuri jejak sejarah ini dapat memantik rasa cinta dan semangat rela berkorban untuk menjadikan Kota Kefamenanu lebih baik terutama menjadi ume naek ume mese bagi masyarakat Kota Kefamenanu," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved