Masalah Tenaga Kerja
TERKINI! Begini Kondisi Warga NTT Setelah Diusir Pengusaha Sawit
Mereka tidak dipekerjakan kembali tidak apa-apa, yang penting hak-hak mereka terpenuhi
"Para pekerja hanya menuntut hak dasar mereka saja. Setelah ini, mereka pun tidak dipekerjakan kembali tidak apa-apa. Yang penting hak-hak mereka terpenuhi," ujar Sil.
Bupati Ismunandar mengatakan pihaknya akan memanggil pihak perusahaan untuk bertemu dengan perwakilan pekerja dan Disnaker Kutai Timur.
• LIVE STREAMING Persela vs Arema FC Liga 1 2019 18.30 WIB Malam Ini,Misi Khusus di Kandang Singo Edan
Pihak perusahaan ini pun bukan perwakilan di Kutai Timur, tapi pengambil keputusannya yang diminta hadir. Agar pertemuan bisa diselesaikan dan solusinya langsung ada di hari itu juga. Tidak menunggu lagi.
"Rencananya pertemuan digelar Selasa (24/9/2019). Nanti, diselesaikan semua saat itu juga. Bagaimana menurut versi pekerja, bagaimana versi perusahaan, dan bagaimana jalan keluarnya. Nggak bisa kita dengar sepihak-sepihak saja," kata Ismunandar.
Kalau pun di PHK, kata Ismunandar, ia ingin perusahaan memberi hak PHK sesuai aturan yang berlaku. Para pekerja juga tidak menuntut untuk dipekerjakan lagi, tapi haknya sebagai pekerja yang di PHK tentu ada.
• Bapak-bapak Minum Kopi Jantan Beramai-ramai Agar Perkasa di Ranjang, Tapi hasilnya Memiluhkan
"Mereka akan didistribusikan ke perusahaan lain di sekitarnya. Kan banyak perusahaan perkebunan di Kecamatan Karangan. Karena untuk kembali ke perusahaan itu, mereka juga mengaku sudah trauma," ujar Ismunandar.
Bantuan Mengalir
Meski tinggal di tempat penampungan sementara di aula Kantor Camat Karangan, namun kebutuhan dasar warga berusaha dipenuhi pihak pemerintahan kecamatan. Mulai dari kebutuhan listrik, air bersih hingga layanan kesehatan.
Camat Karangan, Madnuh menginformasikan pelayanan kesehatan massal yang dilakukan hari ini, Kamis (19/9/2019), dilakukan Puskesmas Karangan. Tim medis melakukan pemeriksaan pada hampir seluruh warga yang mengungsi. Terutama anak-anak dan ibu hamil.
• VIRAL KOLOR IJO MUNCUL LAGI Ibu-ibu & Gadis Muda Korban Cabul Pria Misterius, Ada Jejak Kaki
Bahkan, seorang bidan Puskesmas mengumpulkan semua warga pengungsi dan memberi sosialisasi kesehatan pada warga. Di antaranya soal merokok, agar warga penampungan tidak merokok di dalam aula penampungan karena akan berbahaya bagi bayi dan anak-anak.
"Kalau mau merokok, sebaiknya mencari tempat lain di luar aula. Karena di dalam aula, ada bayi dan anak-anak yang sangat rentan terpapar asap rokok. Begitu juga jika batuk, sebaiknya menggunakan masker," kata Bidan Tammy.
Ia juga memberi imbauan tentang menjaga kebersihan sekitar aula penampungan. Menggunakan air sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan warga lain yang juga membutuhkan air bersih.
• Foto Syur Dinar Candy Disebar Tertipu Modus Dijanjikan Rilis Single di Amerika, Ini Total Kerugian
"Bantuan air bersih didatangkan menggunakan tangki. Kemudian didistribusikan pada masing-masing kepala keluarga menggunakan jerigen. Agar semua kebagian. Ada pula sumbangan dari organisasi Kerukunan Keluarga Banjar di Karangan dan masyarakat Long Bagun, berupa sembako," kata Madnuh. (tribun kaltim/sar)