Mengintip Desa Fatusene, Desa Pertama yang Dipasang Jaringan Internet oleh PT Telkom

Mengintip Desa Fatusene, desa pertama yang dipasang jaringan internet oleh PT Telkom

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Parabola mangoesky sudah dipasang di depan Kantor Desa Fatusene. Gambar diambil, Senin (16/9/2019). 

Mengintip Desa Fatusene, desa pertama yang dipasang jaringan internet oleh PT Telkom

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Desa Fatusene merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Miomafo Timur. Letaknya berada di ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut.

Karena berada diatas ketinggian, dan ditambah lagi masih terdapat hutan yang sangat luas, membuat desa itu sangat sejuk. Udaranya yang dingin membuat siapa saja yang datang ke desa itu akan betah.

Pengangkatan Kembali ASN Eks Napi Koruptor yang Dipecat di Rote Ndao, Ini Kata Pengamat Hukum

Desa Fatusene yang saat ini dipimpin oleh Dionesius Taus berjarak sekitar 15 km dari Kota Kefamenanu sebagai ibukota dari Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU).

Sementara itu, akses menuju ke desa itu sangat sudah mudah. Hal tersebut karena kondisi jalan ke desa tersebut lumayan baik. Saat ini jalan menunju ke desa tersebut sedang diperbaiki.

Desa tersebut merupakan desa pertama di Kabupaten TTU yang dipasangkan internet desa oleh PT Telkom. Pemasangan internet desa tersebut berkat kerja sama antara pemda setempat dengan PT Telkom.

Wisuda Sarjana UT Kupang, Ada Mahasiswa Pingsan, Orangtua Duduk Berjam-jam di Tangga Hotel

Pemasangan internet di desa Fatusene bertujuan memberikan pelayanan akses informasi serta komunikasi kepada masyarakat yang ada di desa itu. Terhitung sejak dua bulan yang lalu desa tersebut sudah dipasangkan internet desa.

Terpantau media ini, Senin (16/9/2019) di depan kantor Desa Fatusene sudah terpasang satu unit parabola mangoesky. Parabola yang kecil tersebut dipasang oleh petugas dari PT Telkom dua bulan yang lalu.

Selain itu, di ruang kerja kepala desa juga sudah terpasang satu unit WiFi, dan juga modem. Dua alat tersebut ditempatkan di meja kepala desa.

Selama ini masyarakat di desa tersebut menggunakan jaringan internet seluler untuk kepentingan komunikasi. Sedangkan kehadiran jaringan internet desa berbasiskan satelit menjawab kebutuhan akan akses informasi yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan seluler.

Dengan adanya pemasangan jaringan internet, pengguna internet di desa tersebut sudah meningkat. Setiap hari diperkirakan sekira 30 orang yang menggunakan internet desa tersebut. Mereka berkumpul di kantor desa untuk mengakses internet.

Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pengadaan internet desa sangat penting dalam rangka untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa yang ada di desa tersebut.

Hal itu karena selama ini, para pelajar dan mahasiswa yang ada di Desa Fatusene sangat kesulitan untuk mendapatkan akses internet apabila mengerjakan tugas kuliah atau sekolah. Mereka harus pergi ke kota jika ingin mengakses internet.

"Kalau ke kota mereka harus keluarkan uang ojek sekitar 30 ribu hanya untuk print dua lembar tugas, karena memang hampir semua anak kuliah itu tinggal disini bukan tinggal di kos, sehingga dengan adanya internet ini bisa membantu mereka," ujarnya.

Selain itu, tambah Dionesius, dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, tentu hampir semua masyarakat memiliki android, sehingga dengan adanya internet desa, masyraakat dapat mengakses informasi.

"Jadi kita berpikir bahwa memang sudah saatnya internet ini masuk ke desa supaya tidak ada disparitas antara masyarakat kota dan desa," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved