Selain Irit Biaya, 11 Cara Mudah & Murah Ini Bisa Mencegah Kanker Lebih Awal

Dikutip dari CNNdari data WHO pada tahun 2018, penyakit kanker nyaris membunuh 10 juta warga di seluruh penjuru dunia.

Selain Irit Biaya, 11 Cara Mudah & Murah Ini Bisa Mencegah Kanker Lebih Awal
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi sel kanker 

Konsumsilah setidaknya 2,5 cangkir buah-buahan dan sayur-mayur per harinya.

5. Lindungi diri dari sinar matahari

Sinar matahari tidak hanya dapat membuat kulit terlihat hitam dan kusam tetapi bisa memperbesar kemungkinan terkena kanker kulit.

Salah satu cara mencegah kanker kulit adalah dengan menggunakan tabir surya jenis sunscreen yang memiliki setidaknya SPF 30.

Hindari juga paparan sinar matahari dari jam 10 pagi sampai jam empat sore.

6. Melakukan vaksinasi

Jangan salah, vaksinasi tidak hanya diikuti oleh anak-anak, tetapi juga bisa diikuti oleh orang dewasa.

Vaksinasi adalah salah satu cara mencegah kanker hati, kanker serviks, dan kanker alat kelamin.

Vaksinasi yang perlu diikuti untuk menghindari kemunculan kanker-kanker di atas adalah vaksinasi hepatitis B.

Hal ini untuk menghindari kanker hati serta vaksinasi HPV untuk menghindari kanker serviks dan kanker alat kelamin.

7. Jangan merokok

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kankerparu, dan sebagainya.

Selain merokok, mengunyah tembakau juga dapat memperbesar risiko terjangkit kanker.

Cara mencegah kanker yang harus dilakukan adalah dengan berhenti merokok dan menghindari menghirup asap rokok dari orang-orang sekitar.

8. Hindari minum alkohol

Mengurangi konsumsi alkohol bisa menurunkan tingkat risiko terserang kanker di organ pencernaan, kanker tenggorokan, dan kanker payudara.

Hal ini karena alkohol mampu merusak jaringan tubuh dan organ hati.

Pria sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari dua gelas atau kaleng minuman beralkohol per harinya.

Sedangkan wanita sebaiknya tidak mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari satu gelas atau kaleng minuman beralkohol.

9. Kurangi konsumsi gula

Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula juga tinggi kalori dan mampu meningkatkan berat badan yang secara tidak langsung menambah kemungkinan terkena kanker.

Kita masih boleh mengonsumsi gula, tetapi secukupnya serta bacalah tabel nutrisi pada makanan dan minuman kemasan untuk mengetahui kadar gulanya.

10. Jangan bergantung pada suplemen

Suplemen diyakini sebagai cara mencegah kanker dan penyakit lainnya.

Suplemen dapat membantu mengatasi kondisi medis tertentu, tetapi mengonsumsi sayur-mayur dan buah-buahan yang alami jauh lebih baik daripada mengonsumsi suplemen.

Mengonsumsi suplemen tidak dapat memberikan nutrisi-nutrisi yang sama dengan mengonsumsi sayur-mayur dan buah-buahan.

11. Memakai kondom saat berhubungan seksual

Gunakanlah kondom saat ingin melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Dengan memakai pelindung saat berhubungan seksual, kamu telah mencegah kanker alat kelamin, penyakit kanker dubur, dan kankertenggorokan.

Selain menerapkan cara mencegah kanker di atas, ada baiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. (*)

* Cegalah Kanker Kelenjar Getah Bening Dari Awal, Belajar dari Aldi Taher & Ria Irawan

Penyakit kanker kelenjar getah bening pernah merenggut nyawa Olga Syahputra dan almarhum Ustaz Arifin Ilham dan kini menyerang Aldi Taher dan Ria Irawan.

Inilah faktor-faktor risiko terkena penyakit kanker kelenjar getah bening dan cara mencegah serta pengobatan terbaik bagi yang sudah terkena.

Tentu mencegah penyakit kanker kelenjar getah bening lebih baik daripada mengobati. Nah, bagaimana mencegahnya?

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia.

Menurut data Globocan, jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mereka yang imunitasnya atau sistem kekebalan tubuhnya lemah disebut lebih berisiko terkena limfoma.

Orang dengan penyakit autoimun, seperti lupus juga berisiko limfoma, karena penyakit tersebut menyebabkan menurunnya imunitas tubuh. Termasuk pasien dengan penyakit jaringan ikat.

Faktor risiko lainnya, yaitu adanya riwayat keluarga.

Jika ada anggota keluarga yang terkena kanker dan merasakan gejala penyakit limfoma, perlu mewaspadai pertumbuhan kanker tersebut.

"Tetapi, apakah ada faktor keturunan pada limfoma belum diketahui pasti, meski ada beberapa kasus yang orangtuanya limfoma, anaknya kemudian juga," kata Andhika di jakarta, TribunStyle.com kutip dari Kompas.com 

Selain itu, limfoma juga lebih berisiko pada orang obesitas dan konsumsi makan yang tidak seimbang, seperti terlalu banyak makan daging merah.

Andhika mengungkapkan, beberapa kasus limfoma juga bisa dipicu oleh infeksi virus, seperti HIV, virus human T-cell leukemia, dan virus Epstein-Barr.

Adanya faktor risiko tersebut bukan berarti pasti akan terkena limfoma. Dalam sejumlah kasus, penyebab limfoma pun tidak diketahui pasti.

Penting untuk mengenali gejalanya, seperti ada benjolan di leher, lipat ketiak, atau lipat paha, sering berkeringat pada malam hari, dan sering demam tak lebih dari 38 derajat celsius.

Waspadai 6 Gejalanya: Sering Berkeringat, Termasuk Mudah Demam, Mudah Lelah

Mengenali gejala munculnya kanker sangat penting, agar cepat mendapat diagnosis oleh dokter.

Pada kanker kelenjar getah bening atau limfoma, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengungkapkan, setidaknya ada enam gejala yang bisa muncul.

"Setiap orang gejalanya bisa berbeda-beda. Tetapi bukan berarti muncul satu gejala, lalu langsung ketakutan dan mengira itu limfoma. Harus diperiksakan ke dokter," kata Andhika, seperti dikutip Kompas.com 

Jika hasil diagnosis adalah limfoma, pengobatan medis harus segera dilakukan. Berikut 6 gejala limfoma seperti dipaparkan dokter Andhika.

1. Bengkak di daerah kelenjar getah bening

Kanker ini awalnya akan menimbulkan bengkak atau benjolan di daerah tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Umumnya muncul di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha.

"Belum tentu leher bengkak itu limfoma. Kalau limfoma, benjolannya biasanya lebih dari satu atau seperti bergerombol dan tidak terasa sakit," kata Andhika.

2. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai limfoma. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10 persen dan setidaknya terjadi selama 6 bulan.

3. Berkeringat malam hari

Berkeringat malam hari yang menjadi gejala limfoma bukan karena melakukan aktivitas fisik.

Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC.

Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu.

Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.

4. Demam

Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam.

Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.

5. Kelelahan

Pasien limfoma biasanya juga akan merasa sangat lelah atau lemah.

Misalnya, napas menjadi pendek dan sulit bernapas saat tingginya aktivitas, padahal sebelumnya baik-baik saja.

6. Perut terasa penuh

Gejala lainnya, yaitu perut terasa nyeri atau kurang nyaman.

Selain itu juga terasa penuh di perut. Jika beberapa gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter. 

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ini 11 Tips Mudah & Murah Cegah Kanker, Termasuk Soal Konsumsi Daging hingga Kebiasaan Pakai Kondom

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved