29.398 Jiwa di TTS Alami Krisis Air Bersih, Begini Kondisinya

Air Bersih masih menjadi penyakit tahunan yang melanda Kabupaten TTS, Propinsi NTT setiap musim kemarau tiba. Pimpinan berganti pimpinan, namun masala

29.398 Jiwa di TTS Alami Krisis Air Bersih, Begini Kondisinya
Pos Kupang.com/dion kota
Nampak mobil tangki air bersih milik BPMD Kabupaten TTS sedang melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Air Bersih masih menjadi penyakit tahunan yang melanda Kabupaten TTS, Propinsi NTT setiap musim kemarau tiba. Pimpinan berganti pimpinan, namun masalah air bersih tak kunjung tuntas diselesaikan.

Air bersih masih menjadi barang langkah dan sulit diperoleh kala musim kemarau tiba
Hal ini tak lepas dari penyelesaian masalah air bersih yang masih bersifat darurat atau "Santa Claus".

Begitu badai krisis air bersih datang, Pemda TTS berperan layaknya santa Claus yang datang membawa air bersih dengan mobil tangki milik BPBD Kabupaten TTS lalu membagi-bagikannya kepada masyarakat.

Masyarakat menanti solusi permanen dari pemerintah untuk menyembuhkan penyakit tahunan tersebut.
Penyakit Kriss air bersih yang melanda kabupaten TTS disebab karena sumber mata air permukaan yang mengalami penurunan debit dengan sangat signifikan dan bahkan hingga mengering.

Oleh sebab itu, salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah air bersih adalah dengan memanfaatkan sumber air bawah tanah (sumur bor).

BREAKINGNEWS- Nasib Pelatih Macan Kemayoran Persija Julio Diujung Tanduk, 1 Pertandingan Selesai

BREAKING NEWS - Pembunuhan Bocah Kembar di Kupang, Polisi Tetapkan Ibu Sebagai Tersangka

Data yang diperoleh pos Kupang dari BPMD Kabupaten TTS, sedikitnya ada 12 Kecamatan dari 32 Kecamatan di Kabupaten TTS yang sudah mengalami krisis air bersih. Total ada 34 Desa dengan 29.398 jiwa didalamnya yang mengalami kesulitan air bersih.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk mengatasi persoalan ini BPBD Kabupaten TTS melakukan distribusi air bersih dengan menggunakan satu unit mobil tangkinya. Dalam sehari, Kaban PBD Kabupaten TTS, Ady Tallo mengaku, pihaknya hanya mampu melakukan distribusi air bersih 2 hingga 3 kali. Artinya, dalam sehari, BPBD hanya melayani satu titik yang mengalami kesulitan air bersih.

Menurut Ady keterbatasan mobil yang dimiliki dan jauhnya sumber air yang tersedia membuat pihaknya belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal.

Pihaknya sudah meminta bantuan mobil tangki air bersih dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT tetapi belum dijawab. Satu mobil tangki yang dijanjikan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT pun tak kunjung tiba di Kabupaten TTS.

Sewa Kamar Kosan Rayakan First Anniversary, Rayuan Gombal Duda Bikin Siswi SMP Mau Dicabuli? Info

" Kita sudah coba minta bantuan mobil ke BPBD Propinsi NTT tetapi mobil mereka sedang digunakan untuk membantu mengatasi masalah Krisis air bersih di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Kita masih berusaha untuk meminta bantuan ke Balai tetapi belum ada jawaban," ungkapnya kepada pos kupang.com, Jumat (13/9/2019) di ruang kerjanya.

Ketika ditanyakan terkait program mitigasi krisis air yang dilakukan BPBD Kabupaten TTS, Ady mengaku, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk melakukan program mitigasi fisik. Selama ini pihaknya hanya melakukan program mitigasi non fisik yaitu dengan melakukan sosialisasi.

" Selama ini anggarannya tidak ada. Kita hanya melakukan mitigasi non fisik. Tahun depan (2020,red) baru kita rencanakan untuk melakukan mitigasi fisik untuk mencegah longsor di Desa Oebobo itu pun dananya tidak seberapa," ujarnya.

Puncak musim kemarau masih akan terus berlangsung. Hal ini menyebabkan jumlah desa dan jiwa terdampak krisis air bersih akan terus bertambah. Dengan hanya satu unit mobil tangki air bersih yang dimiliki BPBD, kemungkinan besar bantuan air bersih yang diberikan pemerintah Takan mampu menjangkau seluruh korban krisis air bersih. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved