News

18 Anggota AMARA Geruduk DPRD Lembata Tolak Proyek Awololong, Ini Tuntutan Mereka

Aliansi Mahasiswa Rakyat Lembata (AMARA) melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Lembata, Kamis (12/9/2019).

18 Anggota AMARA Geruduk DPRD Lembata Tolak Proyek Awololong, Ini Tuntutan Mereka
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Aliansi Mahasiswa Rakyat Lembata (AMARA) melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Lembata, Kamis (12/9/2019). Para demonstran yang berjumlah 18 orang ini tiba di rumah rakyat yang beralamat di Jalan Trans Lembata sekitar pukul 11.30 Wita dan langsung melakukan orasi menolak pembangunan proyek Awololong oleh Pemkab Lembata yang juga dinilai bermasalah. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Rico Wawo

POS KUPANG, COM, LEWOLEBA - Aliansi Mahasiswa Rakyat Lembata (AMARA) melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Lembata, Kamis (12/9/2019).

Para pendemo berjumlah 18 orang ini tiba di Kantor DPRD sekitar pukul 11.30 Wita dan langsung berorasi menolak pembangunan proyek Awololong yang diduga bermasalah.

Saat berada di DPRD, Satpol PP dan Polres Lembata memfasilitasi para demonstran bertemu dengan para wakil rakyat. Mereka diterima Ketua Sementara DPRD Lembata, Abubakar Sulang dan tujuh orang anggota dewan lainnya.

Koordinator Umum aksi, Askar Ratulela, mempertanyakan sikap DPRD Lembata yang telah menyetujui pembangunan kolam renang terapung, jembatan titian (jeti) dan fasilitas wisata lainnya di Pulau Siput Awololong.

Selain proyek itu dinilai bermasalah sejak awal, lanjutnya, sampai akhir tahun anggaran 2018 dan sampai dengan turunnya laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 20 Mei 2018, proyek ini belum menunjukkan hasil sama sekali.

Padahal Pemkab Lembata sudah melakukan pembayaran 75 persen dari nilai kontrak.

Sampai pada tahap ini, Askar dan rekannya mempertanyakan sikap wakil rakyat dan meminta mereka membatalkan rencana pembangunan proyek ini.

"Kami minta dewan melakukan pengawasan terhadap proyek Awololong. Kenapa DPRD bisa menyetujui proyek ini," tanyanya.

Menjawab hal ini, Abubakar Sulang mengatakan, pihaknya belum bisa menjawab tuntutan pendemo karena mereka baru saja dilantik dan punya kewenangan terbatas.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved