Bayar Ganti Rugi Rp 41 Miliar, Pemilik Lahan Buka Blokir Jalan ke Bendungan Napun Gete, Sikka

Bayar ganti rugi Rp 41 Miliar, Pemilik Lahan Buka Blokir Jalan ke Bendungan Napun Gete, Sikka

Bayar Ganti Rugi Rp 41 Miliar, Pemilik Lahan Buka Blokir Jalan ke Bendungan Napun Gete, Sikka
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Pemblokiran ruas jalan menuju lokasi Bendungan Napung Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (5/9/2019). 

Bayar ganti rugi Rp 41 Miliar, Pemilik Lahan Buka Blokir Jalan ke Bendungan Napun Gete, Sikka

POS-KUPANG.COM |MAUMERE - Pemblokiran ruas jalan menuju Bendungan Napun Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, sejak Sabtu (31/8/2019) masih berlanjut sampai Senin (9/9/2019).

Pemilik lahan menuntut pemerintah pusat merealisasikan pembayaran ganti rugi lahan Rp 41 miliar.

Bupati Djafar Achmad Komit Melanjutkan Visi Misi Paket Marsel-Jafar

"Kami akan bukan blokir (jalan) menuju bendungan kalau uang ganti rugi sudah dibayar. Sudah bosan, kami dipermainkan berungkali. Tempo bulan April (2019), kami blokir dijanjikan dibayar bulan Agustus dibayar. Ternyata sampai akhir bulan tidak ada realisasinya," keluh Simon Lewar, pemilik lahan dihubungi pos-kupang.com, Senin (9/9/2019) siang.

Simon mengatakan, pemblokiran di ruas jalan utama menutup semua truk material proyek menuju bendungan. Pemilik lahan hanya membolehkan kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa bahan makanan masuk lokasi proyek.

HUT SMAK Giovanni Kupang, Siswa Diajak Refleksikan Pendidikan Karakter Berbasis Iman

Menurut Simon, pemblokiran ruas jalan dilakukan sampai pemerintah melunasi semua ganti rugi yang belum dibayar.

"Kami bergantian awasi lokasi pemblokiran untuk memastikan tidak ada truk yang bawah material masuk ke lokasi proyek," ujar Simon Lewar.

Meski tak ada truk angkutan material masuk lokasi proyek, beber Simon, aktivitas di dalam areal bendungan berlanjut.

"Pekerja tetap bekerja seperti biasa. Tapi lama-lama pekerjaan akan terganggu. Kami tunggu saja uang kami dibayar," kata Simon.

Simon mengakui, bulan April lalu perwakilan pemilik lahan bendungan berangkat ke Kupang menemui PPK tanah di Balai Sungai mendiskusikan pembayaran ganti rugi. Pemilik lahan menuntaskan semua administrasi pemilikan lahan, namun sampai kini tak kunjung dibayar.

"Tidak tahu, kapan tanah kami dibayar ganti rugi," tandas Simon.

Proyek Bendungan Napun Gete senilai Rp 900 miliar, salah satu dari sejumlah bendungan besar yang dibangun Presiden RI, Ir. Joko Widodo di NTT. Proyek ini dimenangkan PT Nindya Karya dikerjakan tahun jamak sejak tahun anggaran 2017. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved