Bank Indonesia Sempurnakan SKNBI

Mulai 1 September 2019, Bank Indonesia melakukan penyempurnaan Kebijakan Operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia ( SKNBI)

Bank Indonesia Sempurnakan SKNBI
Kolase Pos-Kupang.com
Bank Indonesia tidak lagi bisa menerima penukaran uang pecahan ini mulai 31 Desember 2018. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Mulai 1 September 2019, Bank Indonesia melakukan penyempurnaan Kebijakan Operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia ( SKNBI) yang semakin cepat dan murah.

Penyempurnaan Kebijakan operasional SKNBI ini meliputi penambahan waktu dan percepatan setelmen,peningkatan nominal transaksi dan penurunan tarif.

SKNBI adalah infrastruktur yang digunakan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik (DKE) pada sejumlah layanan.Yakni Layanan Transfer Dana, Layanan Kliring Warkat Debit, Layanan Pembayaran Reguler, dan Layanan Penagihan Reguler.

Mahasiswa Dikirim ke Korea Selatan Telantar, Begini Tanggapan Gubernur NTB

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Adminstrasi BI NTT, Eddy Junaedi, Sabtu (31/8/2019), mengatakan penyempurnaan tersebut merupakan bentuk respon atas perkembangan digitalisasi yang mengubah lanskap risiko secara signifikan, yaitu meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian moneter, stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran.

"Penyempurnaan kebijakan tersebut memberikan keuntungan bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut, lebih cepat, namun biayanya lebih murah," tuturnya.

Sekda Jabar Iwa Karniwa Ditahan KPK, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia telah menetapkan 5 (lima) visi Sistem
Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

Sebagai salah satu quick win untuk mewujudkan visi SPI 2025 tersebut, Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan kebijakan operasional SKNBI yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri dengan tetap memperhatikan perlindungan kepada nasabah.

Penyempurnaan kebijakan tersebut, lanjutnya, meliputi penambahan periode setelmen dana pada Layanan Transfer Dana yang sebelumnya lima kali sehari yaitu pada pukul 09.00 WIB, 1 1.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB menjadi 9 (sembilan) kali sehari yaitu pada puku108.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 1 1.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB.

Selanjutnya, penambahan periode setelmen dana pada Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya 2 (dua) kali sehari yaitu pada pukul 08.00 dan 14.00 WIB menjadi 9 (sembilan) kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB.
Selain itu, kata Eddy, percepatan Service Level Agreement (SLA) sebagai dampak penambahan periode setelmen pada Layanan Transfer Dana terkait penerusan perintah transfer dana dari nasabah pengirim yang sebelumnya wajib dilakukan paling lama dua jam sejak bank melakukan pengaksepan perintah transfer dana menjadi paling lama satu jam sejak bank melakukan pengaksepan perintah transfer dana.

Penerusan dana kepada nasabah penerima yang sebelumnya wajib dilakukan paling lama dua jam sejak setelmen di BI menjadi paling lama satu jam sejak setelmen di BI.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved