Breaking News:

Kabupaten Kupang - Kepsek di Ponaian Dijemput Paksa Satpol PP, Ini Persoalannya

Diduga selama dua tahun belakangan jarang masuk sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDI dan SMPN 4 Satu Atap Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupan

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Suasana dialog orangtua/wali siswa SDI dan SMPN 4 Satap Ponain,  di  Ponain, Selasa (27/8/2019) 

Dihadapan Wakil Bupati Kupang, Kepsek Maklian Atti mengatakan, dirinya jarang masuk sekolah tanpa alasan seperti disampaikan ke dewan guru. Ia juga mengakui bahwa pekerjaannya ada yang belum diselesaikan.

Dirinya juga mengakui jarang masuk kantor. Alasannya,  karena sering merasa sakit pada pinggang bagian kiri, bahkan hingga dirinya tidak dapat naik motor.

"Bapak, saya kalau masuk kantor nanti pas mau pulang ke rumah, pinggang sebelah kiri sakit sekali bahkan sampai tidak bisa naik motor. Tapi kalau saya di rumah saja, saya justru sehat," ujar Maklian Atti di hadapan Wabup.

Engelina Abineno, salah satu orang tua murid mengaku sangat kecewa dengan kondisi sekolah yang dulunya menjadi salah satu sekolah unggulan di Amarasi. Akibat kepsek jarang masuk, guru juga sering tidak masuk mengajar, sementara murid kadang pulang awal karena guru tidak masuk.

Jhon Seran dan Piter Reinhard,  orang tua murid lainnya secara tegas meminta agar Kepsek segera diganti dengan kepsek yang baru, yang lebih tegas dan mau memimpin. Piter Reinhard  mengatakan bahwa orang tua murid ingin pemimpin baru yang lebih bijaksana. Sebab, orang tua murid sudah sangat kecewa dengan kepsek yang jarang masuk kantor. Akhirnya murid yang menjadi korban dari ulah sang kepsek.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Kupang, Emanuel M. E Buan memberi respon dan setuju untuk kepsek segera diganti dengan pejabat yang baru. Kadis berjanji akan segera menunjuk seorang guru menjadi pelaksana tugas Kepsek SDI dan SMPN 4 Satap Ponain.

" Namun tugas yang belum diselesaikan oleh Kepsek,  Maklian Atti harus segera diselesaikan dalam waktu singkat," tegas Buan.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe heran melihat fakta yang ia temukan saat sidak. Ia memgatakan bahwa Kondisi ini sudah berlangsung sangat lama tapi tidak dapat diselesaikan oleh Dinas.

Wabup Kupang pun memerintahkan agar Kadis  segera mungkin menunjuk pelaksana tugas kepsek agar proses KBM dapat berjalan sebagaimana mestinya.Dirinya secara tegas memerintahkan agar Kepsek Maklian Atti bersama komite sekolah untuk menyerahkan laporan penggunaan dana untuk membangun 3 RKB SMPN 4 Satap paling lambat pekan depan.

Kepsek dan Bendahara juga diperintahkan  untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah tertunda sangat lama, seperti ijazah murid, laporan pendidikan dan pertanggungjawaban dana BOS tahap I 2019. (*)]

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved