Satu Unit Rumah di TTU Dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Kefamenanu

Satu unit rumah permanen yang berada persis di samping terminal Kefamenanu di eksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Kefamenanu, TTU.

Satu Unit Rumah di TTU Dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Kefamenanu
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Eksavator sedang membongkar pagar rumah semi permanen di samping terminal Kefamenanu, Kamis (22/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Satu unit rumah permanen yang berada persis di samping terminal Kefamenanu di eksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Kefamenanu, TTU. Kegiatan itu dilakukan pada, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 10:00 pagi.

Terpantau, pelaksanaan eksekusi terhadap rumah permanen tersebut diwarnai dengan kericuhan. Hal itu karena salah seorang pria sempat mengamuk saat pelaksanaan eksekusi dimulai.

Namun dengan segera polisi menenangkan, dan menjelaskan kepada pria tersebut. Setelah sekira 20 menit, pelaksanaan eksekusi dilanjutkan kembali.

Berbekal Senjata Seadanya, Warga Desa Banitobo Berhasil Usir Pelaku Bom Ikan

Pelaksanaan eksekusi tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dari Polres TTU yang dipimpin langsung oleh Wakapolres TTU, Kompol Yetter B. Selan, S.H.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Kefamenanu, I Gede Adi Muliawan, S.H, M.Hum mengatakan, eksekusi yang dilakukan tersebut merupakan pelaksanaan putusan pengadilan dalam perkara perdata antara pemohon eksekusi yakni Yosef Funan yang digantikan oleh ahli warisnya Yulanda Matilda Kaki Sina melawan termohon eksekusi Maria Yogita Bastian Meta.

Sosok Cantik Finalis Miss Grand Indonesia 2019 Asal Bali Cindy Yuliani Kagum Labuan Bajo

Dijelaskannya, perkara perdata dengan nomor 05/PDT.G/2013/PN KEFA tersebut dimulai pada tahun 2013 silam dan diputuskan tanggal 30 Juli 2013, dimana putusannya, dimenangkan oleh pemohon.

Pada saat itu, lanjut Adi, pihak termohon lalu mengajukan banding dengan nomor perkara 126/PDT/2013/PTK di pengadilan tinggi Kupang dan diputuskan pada tanggal 22 Januari 2014.

Lanjut Adi, tidak puas dengan putusan banding oleh pengadilan tinggi, termohon lalu mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA) dengan nomor perkara 1746 K/PDT/2014 dan diputuskan tanggal 1 April 2019.

"Nah dari putusan MA ini, sebenarnya putusan sudah berkekuatan hukum tetap. Tapi sempat dilakukan permohonan eksekusi. Namun selanjutnya termohon eksekusi mengajukan untuk peninjauan kembali dan akhirnya putuskan perkara itu," ungkapnya.

Adi menambahkan, selain mengajukan peninjauan kembali, pihak termohon juga mengajukan upaya bantahan terhadap eksekusi.

Adi mengungkapkan, selain upaya proses hukum terhadap perkara pokok, eksekusi tersebut pernah diajukan bantahan ke pengadilan Kefamenanu. Namun, bantahan eksekusi ditolah oleh pengadilan Kefamenanu.

Dan termohon juga mengajukan bantahan di pengadilan tinggi dan banatahannya juga ditolah oleh pengadilan tinggi. Sementara ini, termohon sedang mengajukan bantahan di MA.

Menurutnya, serangkaian upaya hukum yang diberikan oleh norma terhadap perkara perdata tersebut, telah dijalani oleh pihak termohon eksekusi dengan baik.

"Sampai pada akhirnya atas permohonan eksekusi yang telah diajukan, ketua pengadilan akhirnya pada 23 Juli 2019 mengeluarkan penetapan eksekusi dengan nomor 1/PEN EKS/2019/PNKFM untuk memerintahkan pihak juru sita pengadilan melakukan eksekusi," tegasnya.

Adi menegaskan, atas serangkaian upaya hukum yang telah ditempuh tersebut, maka kegiatan eksekusi dilakukan untuk melaksanakan putusan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved