PDAM Kota Kupang Gelar Seminar dan Lokakarya, Ini Temanya

Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM) Kota Kupang menggelar seminar dan lokakarya Menemukan Solusi Air Bersih Kota Kupang.

PDAM Kota Kupang Gelar Seminar dan Lokakarya, Ini Temanya
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Suasana Seminar dan Lokakarya Menemukan Solusi Air Bersih Kota Kupang di Neo Aston, Selasa (20/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM) Kota Kupang menggelar Seminar dan Lokakarya Menemukan Solusi Air Bersih Kota Kupang. Seminar dan Lokakarya tersebut dilaksanakan di Hotel Neo Aston Kota Kupang, Selasa (20/8/2019).

Seminar dan lokakarya tersebut sebagai salah satu upaya PDAM mengatasi persoalan ketersedian air bersih di Kota Kupang.

Dalam laporannya, Marius R. Seran selaku Pjs Direktur PDAM Kota Kupang, dalam laporannya mengatakan, PDAM Kota Kupang sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Kota Kupang telah berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seleksi Perangkat Desa di TTS Masih Menggantung, Ini Jawaban Kadis BPMD George Mella

Akan tetapi, pelayanan PDAM Kota Kupang mengalami berbagai kendala dan persoalan baik teknis maupun non teknis.

Ia menyampaikan, sesuai data BPS Kota Kupang jumlah penduduk Kota Kupang pada tahun 2018 sebanyak ± 423.900 jiwa, sementara itu tingkat kebutuhan air bersih mencapai ±18.312.480 m3/tahun.

Adapun ketersediaan total produksi PDAM Kota Kupang di tahun 2018 adalah 146,6 ltr/dtk, yang terdiri dari debit terproduksi PDAM Kota Kupang 71,6 ltr/dtk dan suplai air curah BLUD SPAM NTT 75 ltr/dtk.

Direktur Politani Kupang Lepas Ratusan Peserta KKBM

Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa terdapat beberapa potensi sumber air Kota Kupang yang belum dieksploitasi sementara dilakukan observasi.

"Sumber-sumber air diantaranya mata air Sagu dengan kapasitas 50 liter per detik, idle kali Dendeng 100 liter per detik, idle Kolhua 10 liter per detik, mata air Gua Oesapa 10 liter per detik," ungkapnya.

Berdasarkan uraian data diperoleh bahwa untuk pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang baru mencapai 11,24%, sehingga masih ada jarak yang cukup jauh antara kebutuhan air bersih dan debit produksi dari PDAM Kota Kupang.

Marius menyebut tujuan dari dilaksanakannya semiloka ini untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih sekaligus menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang. Selanjutnya Kali Liliba bisa menyuplai 50 liter per detik dan Bendungan Kolhua mencapai 200 liter per detik.

"Tanpa Bendungan Kolhua kita masih kekurangan 141,36 liter per detik. Kalau ada Bendungan Kolhua maka kelebihan 8,64 liter per detik," jelasnya.

Ia mengatakan, total debit air yang bisa di eksploitasi mencapai 671,6 liter per detik namun jika Bendungan Kolhua dibangun maka total debit yang bisa di eksploitasi mencapai 821,6 liter per detik.

Seminar dan lokakarya dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man yang juga selaku narasumber.

Bertindak sebagai moderator Winston Neil Rondo bersama para narasumber; Marius R. Seran, SE, MM, selaku Pjs. Direktur PDAM Kota Kupang, Pdt. Paoina Bara Pa selaku Perwakilan dari Sinode GMIT Dr. Ir. Andreas W. Koreh, MT selaku Pengamat Air Bersih di NTT, Erasmus Jogo selaku Perwakilan BLUD SPAM Provinsi NTT, Buce Ga, ST selaku Ketua Forum PRB, Ir. Agus Sosiawan, ME selaku Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dan Lodimeda Kini selaku perwakilan IRGSC NTT.

Turut hadir para pimpinan perangkat daerah dan para camat dan lurah lingkup Pemerintah Kota Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved