Kamis, 28 Mei 2026

Pengemudi Truk Material Resahkan Warga Lewoleba

Pengemudi truk yang mengangkut material untuk proyek di Bandara Wunopito Lembata cukup meresahkan warga Kota Lewoleba. Para pengemudi sering ugal-ugal

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ FRANS KROWIN
Ilustrasi-- Kasat Lantas Polres Lembata, AKP Amrin saat memeriksa kelengkapan kendaraan di Teminal Timur Lewoleba, Jumat (3152019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA- Pengemudi truk yang mengangkut material untuk proyek di Bandara Wunopito Lembata cukup meresahkan warga Kota Lewoleba. Para pengemudi sering ugal-ugalan di jalanan, tidak menutup bak material dengan terpal dan bahkan menumpahkan material di Jalan Trans Lembata hingga ke Desa Baopana.
Kondisi ini berulangkali terjadi hingga warga menumpahkan amarah mereka dj media sosial. 

Warga Kota Baru, Erik Lango yang ditemui Jumat (9/8/2019) mengatakan aksi ugal para pengemudi itu sangat membahayakan pengguna jalan. Hal ini diperparah lagi dengan bak truk yang tidak ditutupi terpal sehingga material juga sering menganggu pengguna jalan lainnya.

"Kita yang bawa motor ini harus ekstra hati-hati. Nyawa taruhannya," kesal Erik.
Hal senada juga dituturkan Ansel Goran. Tindakan para sopir ini sudah di luar batas kewajaran. Dia minta polisi dan dinas perhubungan segera bertindak supaya warga tidak jadi korban.

Ini Perasaan David Luiz setelah Akhiri Karier 7 Musim di Chelsea

Kasatlantas Polres Lembata, AKP Amrin saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban kembali kendaraan-kendaraan yang meresahkan ini.

Target PAD  Rp 3,7 Miliar, Perindag Sikka Baru Kumpul Rp 800  Juta

“Kami sudah mengingatkan pemilik kendaraan supaya saat mengangkut material dari lokasi ke bandara itu tidak boleh melebihi kapasitas, atau jangan melewati bak. Sehingga pada saat bergerak dari lokasi ke bandara itu tidak tercecer karena itu membahayakan pengguna jalan yang lain,” kata Amrin.

Amrin juga mengungkapkan ulah pengendara yang suka kebutan-kebutan di jalan raya itu saat tidak ada polisi yang patroli.

“Pada saat ada polisi mereka tertib tapi saat kita tidak ada mereka ugal-ugalan. Jadi mental-mental seperti itu,” imbuh Amrin.

Sebelumnya pihaknya sudah memanggil pemilik kendaraan dan mengimbau supaya menutup material angkutan serta tidak kebut-kebutan. 

"Nanti kita akan cek lagi," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved