RSD Aeramo dan BPJS Kesehatan Sudah Teken Perjanjian Kerja Sama, Ini poin-poinnya!
Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes bertekad agar peningkatan Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo naik peringkat ke kelas D.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Adiana Ahmad
RSD Aeramo dan BPJS Kesehatan Sudah Teken Perjanjian Kerja Sama, Ini poin-poinnya!
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY - Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes bertekad agar peningkatan Rumah Sakit Daerah ( RSD ) Aeramo naik peringkat ke kelas D.
Tekad itu segera diikuti dengan pemberian pelayanan Kesehatan tingkat lanjut dari Badan Penyelanggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan.
Tujuannya, agar masyarakat Nagekeo tidak harus mendapatkan pelayanan ke rumah sakit kabupaten tetangga.
Direktur RSD Aeramo, drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih dan jajarannya bekerja cepat melakukan berbagai pembenahan manajemen dan lainnya.
Alhasil, pada Bulan Juni lalu, RSD Aeramo telah dinyatakan lulus akreditasi tingkat dasar, salah satu syarat mutlak untuk menjawab tekad kepala daerah tersebut.
"Selasa 30 Juli 2019 disaksikan oleh Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pelayanan Kesehatan tingkat lanjutan resmi diteken. Ruang lingkupnya berupa upaya pelayanan Kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau subspesialistik yang terdiri dari rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan dan rawat inap di ruang perawatan khusus. PKS ini menjamin pembayaran klaim atas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 hari sejak dokumen klaim diterima lengkap," ujar drg. Reni, Senin (5/8/2019).
drg. Reni mengaku bahwa capaian tersebut diraih berkat kekompakan tim yang dibangunnya serta dukungan kerja sama dari masyarakat dan Pemerintah Desa Aeramo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.
• Nagita Slavina Blak-blakan Ungkap Pernah Menangis Berhari-hari Gara-gara Raffi Ahmad, Ada Masalah?
Ia menyebutkan banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan bertepatan dengan perayaan "World Blood Donor Day" pada tanggal 15 Juni lalu, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Ende, Dinas Kesehatan menggelar donor darah perdana di RSD Aeramo.
"Dua ruangan khusus telah disediakan untuk kantung darah dari hasil donor. Dengan demikian banyak kasus rujukan transfusi darah yang sebenarnya bisa ditekan atau dikurangi jika terdapat persediaan darah, "ujarnya.
Ia bersyukur karena pemerintah daerah tahun ini berencana melakukan peningkatan beberapa fasilitas penting.
Di antaranya, instalasi farmasi, bak air besar, ruang rawat inap kelas I dengan 20 tempat tidur sehingga akhir tahun ini mencapai 70 tempat tidur. Selain itu, dalam tahun ini juga dapur dan instalasi gawat darurat segera direhabilitasi.
"Saya berharap, tahun depan dapat Dana Alokasi Khusus (DAK) lagi buat rawat inap dan tambah lagi 30 tempat tidur menuju ke syarat Kelas C 100 tempat tidur," ujarnya.
• Ekonomi NTT Triwulan II 2019 Positif Tumbuh di Atas Nasional
Ia menjelaskan saat ini, semua tenaga Kesehatan sudah memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan setiap unit instalasi telah memiliki Standard Operating and Procedure (SOP).