Berita Cerpen
Gadisku di Sudut Nisan :Cerpen Arnold Aliando Bewat
Gadisku di Sudut Nisan :Cerpen Arnold Aliando Bewat. Ibu tak sanggup menutupi dirimu begitu cepat dengan debu yang membentuk badanmu.
Pada cinta sang ayah, aku dituntun oleh suara hati untuk tetap setia kepadanya. Suami yang selalu berjaga di sampingku entah tempo susah maupun senyum apalagi saat-saat seperti ini.
Kami menikah dua tahun silam dan pada kesempatan ini aku sedang mengandung buah hati sulungnya.
Walaupun kadang sulit kulukiskan dengan kata tentang kasih kami berdua. Ibarat setetes embun yang jatuh di hamparan gurun pasir sekejap ia hilang tak berjejak dan sulit meninggalkan basah, tetapi kasih suamiku terus bertunas dalam hamparan hidup kami berdua hingga detik ini.
Aku sulit mengisahkan kasihku kepadanya, kusadar sering aku membuat retak hubungan kami dengan melukai hatinya. Lalu kini giliiran Egon merampas kebahagiaan kami.
• MAG Politani Dukung Poktan Imanuel Oetune, Produk Orientasi Pasar Dengan Miliki P-IRT
Ia menghancurkan segalanya bahkan rumah tempat tinggal satu-satunya pun ia renggut.
Pada wajah sesamaku aku melihat guratan kecemasan beraduk dengan rasa syukur tak terhingga, cemas tentang kehilangan dan syukur atas napas yang masih tersenggal.
Mentari terus beranjak pulang dan hari semakin larut aku berlarut dalam kesakitan dan rasa getir pada perutku mulai memuncak, seketika aku dilarikan ke rumah sakit, lalu pada saat itu aku melihat suamiku menyimpulkan senyum bahagia tak terhingga menyambut kedatangan putri sulungnya, Maria Yusfanti Egonia.
Ia yang kini telah hilang ditelan badai penyakit ganas, ia yang selalu setia menyimpulkan senyum dan selalu berujar "mama" dalam situasi apapun bahkan saat ia dipukuli ayahnya.
Putri yang selalu membuat aku tak sanggup dan tak ingin melepaskan rindu untuk bersamanya. Mungkin ibu yang lain bisa melepaskan jemari pada wajah rahimnya tetapi bagiku dan pada saat ini aku tak bisa menguburkannya selama tanah makamnya masih belum kering.
Embun pada mata ini sulit untuk berhenti menetes seiring kisah kasih anakku mesih menguap, dan kesedihan tak mungkin bisa kubendung dengan jiwaku yang rapuh ini.
Tuhan seandainya Engkau bermurah hati, aku mohon hadirkan kembali putriku Egonia dalam peluk kemurahanku ini, walaupun cukup malam ini dan esok ketika mentari terbit, silakan Engkau merampasnya lagi dari pertiwi wajah ini.
• AYO TONTON, 5 Film Luar Negeri yang Akan Tayang di Bioskop Indonesia Bulan Agustus 2019, Ini Daftar
Tapi itu pun tak mungkin Tuhan, aku yakin Engkau tak sanggup melakukannya dan walaupun Engkau sanggup aku tak yakin Engkau bermurah hati padaku.
Semuanya akan menjadi sudah cukup jika Engkau memberikan kebahagiaan yang Engkau sendiri janjikan kepadanya, Engkau tahu aku tak pernah berhenti untuk bernas doa selama rasa kasih ini masih merambat, aku tidak pernah berpaling dan pergi meski ia pergi meninggalkan aku, Tuhan.
***
Rasanya aku ingin memuntahkan semua pengorbanan bersama suamiku selama tiga bulan ketika merawat Egonia, namun kepada siapa aku membiarkan kisah ini bersarang.
Sulit untuk kualirkan air pengalaman ini kepada orang yang salah, pada orang yang tidak pernah merasakan kehadiran sesamanya.
Sudah beberapa kali aku harus belajar keras untuk memahami orang-orang seperti ini dan pada saat ini aku sudah jenuh belajar memahami, aku sudah kapok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gadisku-di-sudut-nisan.jpg)