VIDEO: Data Tak Valid, Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan

VIDEO: Data Tak Valid, Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan. Penonaktifan itu untuk peserta BPJS di Ende. Kasus itu terjadi juga di lima kabupaten lain.

VIDEO: Data Tidak Valid, Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan

POS-KUPANG.COM, ENDE – VIDEO: Data Tidak Valid, Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan

Ribuan peserta BPJS di Kabupaten Ende, dinonaktifkan dari program layanan kesehatan yang dananya bersumber dari APBN. Itu terjadi karena data yang diajukan tidak valid.

“Jadi ada banyak peserta yang dinonaktifkan dari program layanan kesehatan itu. Jumlahnya mencapai 57.796 orang. Tapi masih banyak juga warga yang menjadi peserta baru.”

Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende, Indira Azis Rumalutur, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat (2/8/2019).

VIDEO: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Banten 7,4 SR

VIDEO: Gempa Bumi 7,4 SR Guncang Jakarta Banten, Potensi Tsunami di Lampung, Banten, Bengkulu

VIDEO: Maia Estianty Berlibur Di Labuan Bajo. Ini Videonya

Dikatakannya, ada sejumlah kabupaten di NTT yang mengalami nasib seperti Kabupaten Ende.  Jadi warga penerima BPJS dari APBN, dicoret lantaran data kepesertaannya tidak akurat.

Kabupaten lain itu, yakni Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai Barat serta Kabupaten Manggarai. Selama ini para peserta itu dibiayai APBN atau dikenal dengan nama penerima bantuan iuran (PBI)

Penonaktifan penerima bantuan iuran itu, katanya, berdasarkan SK Menteri Sosial No 99 tahun 2019.

“Peserta yang non aktif itu, dikarenakan data yang tidak valid sesuai dengan data dari Kementrian Sosial. NIK juga tidak valid. Tapi ada  juga peserta yang telah pindah menjadi peserta BPJS Mandiri,” ujarnya.

Mengenai peserta baru, Indra menyebutkan, saat ini peserta baru mencapai  77.428 orang.

Kepada peserta yang non aktif, Indira mengharapkan agar pemerintah setempat segera melakukan pendataan ulang  sehingga yang bersangkutan segera diakomodir di Jamkesda yang didanai APBD.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved