Tekan Angka Stunting dan Kemiskinan, Bapeda Siapkan Program Taskin Pemandu

Bapeda Kabupaten TTS menyiapkan program pengentasan kemiskinan dengan pertanian mandiri terpadu (Taskin Pema

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Tekan Angka Stunting dan Kemiskinan, Bapeda Siapkan Program Taskin Pemandu
POS KUPANG/DION KOTA
Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Partai Nasdem, Hendrik Babys

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Bapeda Kabupaten TTS menyiapkan program pengentasan kemiskinan dengan pertanian mandiri terpadu (Taskin Pemandu) untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten TTS. Program Taskin Pemandu sendiri fokus pada bidang pertanian dan peternakan.

Kepala Bapeda Kabupaten TTS. I Gede Witadarma mengatakan, Program Taskin Pemandu sangat cocok dengan Kabupaten TTS karena 80 persen masyarakat Kabupaten TTS merupakan petani. Selain itu, program ini akan fokus ke desa-desa dan menyentuh langsung dengan masyarakat miskin dan penderita stunting yang ada di desa-desa.

Gara-Gara Ayam, Pemuda ini Aniaya Pamannya hingga Tewas, Ini Kronologinya

7 Butir Peluru Brigadir Rangga Tewaskan Bripka Rachmat, Ini Inilah Pesan Terakhirnya di FB

Timbul,Pria Bojonegoro Jajakan Anak 15 Tahun di FB, Tarif Layanan Seksual 2 Jam Rp 1 Juta, SIMAK

" Tahun ini kita akan laksanakan program Taskin Pemandu sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten TTS. Program yang fokus pada bidang pertanian dan peternakan juga berperan dalam meningkatkan produktivitas para petani dan peternak sehingga hasil pertanian bisa terus berkelanjutan sepanjang tahun," ungkap Gede kepada pos kupang. Com, Sabtu (27/7/2019) di Kota Soe.

Program Taskin Pemandu sendiri dijelaskan Gede, merupakan suatu pola pertanian yang terpadu dan berkelanjutan. Dalam satu bidang tanah, dibagi dalam beberapa strata guna ditanami tanaman yang berbeda-beda.

Nama Susunan Pemain Persebaya Surabaya Bentrok Semen Padang di Liga 1 2019

Final Piala Indonesia Hari Ini, Simak Rekor Pertemuan Juku Eja PSM Makassar vs Persija Jakarta

Robert Alberts Tak Bawa Ezechiel dan Bojan Malisic saat Persib Bandung vs Arema FC

Ada empat strata dalam pola ini. Pada strata pertama, ditanami dengan tanaman keras yang memiliki dua fungsi, sebagai pagar kebun sekaligus sebagai pakan ternak. Seperti tanaman lentoro dan Turi.

Pada strata kedua, ditanami dengan tanaman buah-buahan seperti mangga, kelapa, jeruk dan pepaya.
Pada strata ke tiga, ditanami dengan tanaman palawija, dan strata keempat ditanami dengan sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Pada bagian tengah bidang ladang, dibuat Embung dengan menggunakan plastik yang berfungsi untuk menampung air hujan sehingga bisa digunakan pada musim kemarau.

" Selama ini, petani kita hanya bekerja sekitar empat bulan dalam setahun, karena alasan air. Hal ini jelas tidak produktif. Dengan menggunakan pola Taskin Pemandu, maka sepanjang tahun petani kita bisa terus bekerja sehingga produktivitas akan meningkat. Selain itu, dengan pola ini akan menjaga ketersediaan pakan ternak pada musim," jelasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrik Babys kepada pos kupang.com, Minggu (28/7/2019) menyatakan, mendukung program Taskin Pemandu tersebut. Namun dirinya mengingat kepada Pemda TTS agar betul-betul fokus dalam pelaksanaan program tersebut sehingga hasil dari program tersebut bisa dirasakan masyarakat di desa.

" Ini program yang bagus untuk memberdayakan para petani kita sehingga produktivitasnya bisa meningkat. Oeh sebab itu, kita berharap Pemda betul-betul serius dalam pelaksanaan dan pengawasan program Taskin Pemandu," pintanya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved