NTT Terasa Lebih Dingin, Berikut Penjelasan Lengkap BMKG Kupang

Berdasarkan pengamatan BMKG NTT, ada penurunan suhu di beberapa kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Ini penyebabnya

NTT Terasa Lebih Dingin, Berikut Penjelasan Lengkap BMKG Kupang
World of Buzz/Oriental Daily
Cuaca dingin ekstrem 

Ia mengatakan selama musim kemarau kandungan uap air di udara rendah dan menyebabkan kelembaban udara cenderung rendah. Selain itu tutupan awan yang relative sedikit dan juga pantulan panas bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan , tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa pada malam hari.

Karena tidak ada tutupan awan ini , maka energi tersebut akan diteruskan secara besar besaran ke luar angkasa sehingga membuat bumi menjadi lebih dingin.

"Fenomena ini akan berlangsung hingga Agustus," ujarnya.

Selain suhu dingin yang melanda daerah Nusa Tenggara Timur, monsoon Australia juga menyebabkan angin kencang dimana berpengaruh pada ketinggian gelombang.

Dijelaskan lebih lanjut saat ini matahari berada di wilayah utara (kawasan benua Asia) sehingga mengalami pemanasan maksimal.

Hal ini menyebabkan daerah tersebut memiliki tekanan udara minimum dan wilayah selatan (kawasan Benua Australia) memiliki tekanan udara maksimum. Kondisi global ini menyebabkan angin berhembus dari daerah bertekanan tinggi (Benua Australia) ke daerah bertekanan rendah (Benua Asia).

Gerakan udara ini menimbulkan angin monsoon timur (monsoon Australia). Selain itu terdapat pola sirkulasi angin di samudera Hindia barat kep.Mentawai serta terdapat pusat tekanan rendah 1008 hPa di samudera Pasifik Utara papua. 

Pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 6 – 27 knot. Kecepatan angin tertinggi terjadi di Pulau Timor, Rote, Sabu dan juga Sumba.

Kondisi ini lah yang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang disekitar wilayah tersebut. Dari perkiraan yang dikeluarkan BMKG Kupang tanggal 27 Juni 2019 pukul 07.00 WITA hingga 30 Juni 2019 pukul 07.00 WITA, terdapat potensi gelombang 1.25 meter - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera - Selat Boling, Selat Alor dan selat Ombai.

Tinggi Gelombang 2.5 meter - 4.0 meter terjadi di Selat Sape, Perairan selatan Kupang Pulau Rote, Laut Timor selatan NTT dan laut Sawu. sedangkan Tinggi Gelombang 4.0 meter - 6.0 meter terjadi di Selat Sumba, Perairan selatan P. Sumba, dan Samudera Hindia selatan NTT.

Halaman
123
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved